Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pentingnya Menjaga Psikologis Anak Selama Pembelajaran Daring

Jumat, 3 September 2021 11:42 WIB
Pentingnya Menjaga Psikologis Anak Selama Pembelajaran Daring

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka edukasi yang lebih mendalam kepada tenaga pendidik dan peserta didik untuk menjaga kondisi mental dan fisik anak, minat belajar anak, dan optimalisasi kemampuan anak untuk belajar selama pembelajaran daring, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama GNLD Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyelenggarakan Webinar Digital Society dengan tema “Pentingnya Memperhatikan Psikologis Anak selama Pembelajaran Daring”, (2/9). melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Kemkominfo TV, Siberkreasi, Direktorat Sekolah Dasar, Pendidikan.id, dan Facebook Page Siberkreasi.

Dalam sambutannya Direktur Sekolah Dasar Kemdikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa saat ini kita sedang mempersiapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, namun sekalipun nanti sudah normal dan dilakukan pembelajaran tatap muka secara seratus persen, manfaat teknologi digital dalam percepatan untuk akses akselerasi dan transformasi kegiatan belajar mengajar tetap harus kita gunakan.

Berita Terkait : PNS Kini Bisa Senyum Lebar

“Saat ini kita sudah berada di kemajuan Industri 4.0, tentu kita harus mengejar ketertinggalan kita khususnya terhadap kualitas layanan pendidikan,” ungkap Sri.

Di kesempatan yang sama, Dirjen Semuel juga menyampaikan pesannya bahwa salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya agenda transformasi digital adalah menciptakan masyarakat digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya.

Berita Terkait : Jaga Indonesia, Kanal Anak Bangsa TV Lebarkan Sayap

Literasi digital merupakan kunci dan pondasi utama yang harus kita semua miliki. Pemerintah akan terus melakukan upaya meningkatkan literasi digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan,” kata Semuel.

Salah satu pemateri, Desri Mutiara Putri memperkenalkan Metode Belajar Blended Learning dan Project Based Learning yang diterapkannya di Sekolah Murid Merdeka. Blended Learning yaitu mengkombinasikan praktek pendidikan konvensional (luring) dengan pendidikan berbasis digital (daring), sedangkan metode belajar Project Based Learning membuat murid tidak hanya belajar secara teori, namun memahami materi yang sedang dipelajari melalui praktek.

Berita Terkait : China Ngajak AS Bina Pemerintahan Taliban

Lebih lanjut, Desri juga menyampaikan harapan satuan pendidikan terhadap Pemerintah. Desri berharap adanya tindak lanjut bersama terutama dalam fokus pembelajaran yang berbasis kompetensi bukan berbasis konten semata.

“Kami berharap tidak terlalu banyak materi-materi yang mengharuskan murid harus menghafal tetapi lebih memberikan bekal dan kemampuan dasar yang nantinya bisa membuat murid lebih merdeka berkarya di masa depan," tambah Desri. (ARM)