Dark/Light Mode

Pangan Lokal Tepung Sagu dan Pisang dari Papua Kini Miliki Produk Turunan

Kamis, 12 Desember 2024 22:58 WIB
Kue bulder dari tepung sagu. (Foto: Dok. Pribadi/ewil)
Kue bulder dari tepung sagu. (Foto: Dok. Pribadi/ewil)

Sagu dan pisang adalah dua jenis pangan lokal dari Papua yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah. Melalui proses pengolahan yang tepat, sagu dan pisang dapat diubah menjadi tepung yang kemudian digunakan sebagai bahan dasar pembuatan beragam produk olahan makanan.

Salah satu produk turunan dari tepung sagu dan pisang adalah bluder, sebuah kue cake yang kaya rasa dan memiliki tekstur lembut. Bluder yang berbahan dasar tepung sagu dan pisang memiliki keunikan tersendiri dengan aroma serta cita rasa yang otentik, mencerminkan kekayaan alam dan budaya lokal.

Baca juga : Penyidikan Lanjut, Kejagung Kini Mencari Bukti Tambahan

Selain bluder, tepung sagu dan pisang juga dapat diolah menjadi ongol-ongol, sebuah makanan tradisional yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang khas. Ongol-ongol dari tepung sagu dan pisang tidak hanya menawarkan kenikmatan bagi pencinta makanan tradisional, tetapi juga menunjukkan inovasi dalam pengembangan pangan lokal.

Produksi produk olahan ini dilakukan langsung oleh masyarakat Papua, yang memanfaatkan bahan baku dari lingkungan sekitar mereka. Dengan memproduksi bluder dan ongol-ongol dari tepung sagu dan pisang, masyarakat turut menjaga kelestarian pangan lokal sambil memberdayakan ekonomi lokal melalui usaha kecil maupun menengah.

Baca juga : Kader PSI Batam Beralih Dukung Ansar Nyanyang di Pilkada Kepulauan Riau

Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan variasi produk makanan yang lebih kaya dan beragam, tetapi juga mendukung pelestarian budaya serta kesejahteraan masyarakat. Produk turunan seperti bluder dan ongol-ongol dari tepung sagu dan pisang merupakan bukti nyata bagaimana pangan lokal dapat dikembangkan secara kreatif menjadi produk bernilai tinggi yang diterima oleh pasar luas.Ongol-ongol tepung sagu (Foto: Dok. Pribadi/Ewil

Ewil M. Woloin
Ewil M. Woloin
Aktivis Lingkungan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.