Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jalan Antardesa Di Teluk Wondama Ditempuh 4 Hari, Gus Halim: PR Kita Masih Banyak

Senin, 22 Nopember 2021 18:47 WIB
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dengan Bupati Teluk Wondama, Hendrik S. Mambor, di Kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kalibata, Jakarta, Senin (22/11). (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dengan Bupati Teluk Wondama, Hendrik S. Mambor, di Kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kalibata, Jakarta, Senin (22/11). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Infrastruktur desa di wilayah Indonesia Timur masih cukup terbatas. Bahkan, di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, akses antardesa masih ada yang harus ditempuh dalam waktu empat hari perjalanan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dengan Bupati Teluk Wondama, Hendrik S. Mambor, di Kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kalibata, Jakarta, Senin (22/11).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas beberapa permasalahan yang ada di kawasan trans Papua Barat tersebut. Mulai dari peningkatan SDM, infrastruktur, dan data.

Berita Terkait : Gus Muhaimin: Pak Jokowi PKB Banget

"Sampai saat ini masih banyak akses jalan dari desa ke desa dan masih belum bisa ditembus dan hanya bisa ditempuh 4-7 hari dengan jalan kaki, sehingga banyak masyarakat yang merasa belum merdeka," ungkap Hendrik. 

Dia mengungkapkan, persoalan yang ada di Kabupaten Teluk Wondama cukup kompleks. Terutama, terkait persoalan akses infrastruktur antardesa. Diungkapkannya, dari jumlah total 75 desa di Kabupaten Teluk Wondama, setidaknya ada 40 desa yang masih belum memiliki akses infrastruktur. "Situasi ini tentu menyulitkan bagi kami untuk berkembang karena akses transportasi menjadi terbatas," imbuhnya.

Hendrik mengatakan, jika persoalan akses infrastruktur bisa teratasi, hal itu akan sangat berdampak dan menguntungkan untuk prospek Teluk Wondama. Meskipun dia sadar, dari sisi geografis pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan antardesa di Teluk Wondama membutuhkan biaya tidak sedikit.

Berita Terkait : Andika Panglima TNI Masih Jadi Teka-Teki

"Memang dari segi geografis kita butuh biaya yang tidak kecil, dana daerah tidak bisa. Tapi saya melihat prospek ke depan, masyarakat di wilayah ini akan sangat bagus," ucap Hendrik.

Menanggapi hal tersebut, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyatakan komitmennya untuk membantu mendorong ketersediaan infrastruktur di Teluk Wondama. Terutama, akses jalan antardesa itu.

Menurutnya akses infrastruktur, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), masih menjadi pekerjaan rumah alias PR besar bagi pemerintah.

Berita Terkait : Para Nakes, Maaf Balikin Ya!

"Kita harus berpikir kondisi objektif di lapangan. Makanya itu, kita harus punya formula khusus. Karena saya yakin ini (Teluk Wondama) contoh kecil saja. Masih banyak di Papua, Papua Barat, NTT dan lainnya. Jadi kita harus punya formula khusus penanganannya bagaimana, jadi spesifik lah," ujarnya.
 Selanjutnya