Dark/Light Mode

Penanganan Darurat Bencana Letusan Semeru

Jokowi Minta Gercep, Kepala BNPB Langsung Meluncur Ke Lumajang

Minggu, 5 Desember 2021 09:58 WIB
Kepala BNPB Suharyanto (Foto: Humas BNPB)
Kepala BNPB Suharyanto (Foto: Humas BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bertolak ke Kabupaten Lumajang di Jawa Timur, untuk mengunjungi lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, untuk memastikan tahap-tahap penanganan darurat. Agar proses evakuasi korban terdampak dapat berjalan secara optimal, dan kebutuhan dasar pengungsi dapat disalurkan dan diterima dengan baik.

“Kami datang untuk memastikan tahap-tahap penanganan darurat, agar penanganan pengungsi ini bisa berjalan secara tepat dan cepat. Kami akan berupaya memfasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Langkah cepat ini kami lakukan atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden Joko Widodo," papar Suharyanto dalam keteranganya, Minggu (5/12).

Baca juga : Awan Panas Guguran Gunung Semeru Mengarah Ke Lumajang

Sebelumnya, BNPB telah mengirimkan tim reaksi cepat untuk melaksanakan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Lumajang dan BPBD Provinsi Jawa Timur, dalam upaya penanganan darurat bencana guguran awan panas Gunung Semeru.

Selain itu, BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan seperti selimut, makanan siap saji, terpal, tenda darurat dan logistik dasar lainnya.

“BNPB terlebih dahulu sudah mengirimkan tim reaksi cepat untuk mendampingi BPBD Kabipaten Lumajang dan BPBD Provinsi Jawa Timur via darat dengan membawa logistik seperti selimut, makanan siap saji, terpal, tenda darurat dan logistik dasar lainnya,” jelas Suharyanto.

Baca juga : Lestari Ingin Pemerintah Galakkan Penanaman Pohon

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu (4/12), kejadian bencana awan panas guguran Gunung Semeru telah berdampak di 6 desa yang berada di 2 kecamatan di Kabupaten Lumajang.

Selain itu, sebaran abu vulkanik telah berdampak di 11 desa/kelurahan di sembilan kecamatan.

Di samping itu, kejadian awan panas guguran Gunung Semeru telah menyebabkan satu orang warga meninggal dunia, 2 orang hilang, 8-10 orang masih terjebak, 70 orang dilarikan ke puskesmas dan 300 KK mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kerusakan dan kerugian materil masih dalam proses pendataan lebih lanjut. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.