Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menteri PUPR Bahas Kerja Sama Infrastruktur Dengan Turki

Senin, 13 Desember 2021 23:43 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal beserta para perwakilan perusahaan Turki di Kantor Pusat Kementerian PUPR pada Senin (13/12).
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal beserta para perwakilan perusahaan Turki di Kantor Pusat Kementerian PUPR pada Senin (13/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal beserta para perwakilan perusahaan Turki di Kantor Pusat Kementerian PUPR pada Senin (13/12). 

Pertemuan tersebut, membahas  kerja sama  di bidang infrastruktur. Perrtemuan ini merupakan tindak lanjut pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Turki sebelumnya pada awal November 2021 di Kantor Kementerian Perdagangan Turki yang disertai kunjungan lapangan ke Jalan Tol Ankara-Niğde di Ankara, Turki.

Dalam  pertemuan tersebut,  Basuki juga  memberikan penilaian yang baik kepada Turki untuk keberhasilannya membangun Ibu Kota Ankara.  

Berita Terkait : Harga Barang Semakin Naik, Pedagang Pusing

“Saya mengapresiasi Turki yang telah berhasil membangun Ibu Kota Ankara dengan baik. Saat berkunjung ke Turki, saya terkejut dengan kemiripan kondisi geografi, topografi, serta lingkungan antara Ibu Kota Ankara Ibu Kota Negara (IKN). Oleh karena itu, saya meyakini bahwa kerja sama yang berkelanjutan antara Indonesia dan Turki harus dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut agar kita dapat meraih hasil yang sama baik,” kata  Basuki. 

Menteri dua periode ini  mengatakan, terdapat banyak potensi investasi antara Indonesia dan Turki. Perusahaan-perusahaan konstruksi Turki merupakan beberapa kontraktor global terbaik yang telah berhasil melaksanakan 10.725 proyek di 128 negara dengan investasi senilai 424,5 miliar dolar AS. 

Sebagian besar investasi tersebut berada di sektor perumahan dan konstruksi jalan/jembatan/terowongan di Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Menteri Basuki mendorong para investor dari Turki untuk berinvestasi di berbagai sektor infrastruktur baik melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), maupun Engineering, Procurement, Construction (EPC). 

Berita Terkait : Ibu Bertarung Dengan Macan Tutul

“Kami sangat menantikan partisipasi Turki dalam pelaksanaan program-program pembangunan di Indonesia. Saya berharap pertemuan dan forum hari ini dapat memperkuat kerjasama bilateral kita sehingga dapat merealisasikan harapan-harapan kita terhadap pengembangan infrastruktur di Indonesia,” katanya . 

Dalam forum bisnis dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian PUPR yang juga akan diselenggarakan pada hari yang sama, Kementerian PUPR menyampaikan niat untuk berdiskusi lebih lanjut dengan delegasi Turki terkait proyek dan investasi infrastruktur prospektif pada sektor jalan tol dan perumahan di Indonesia, serta kunjungan lapangan bersama ke proyek jalan tol di Pekanbaru, Sumatera. 

Proyek jalan tol di Pekanbaru yang dimaksud diantaranya beberapa ruas Tol Trans Sumatera yaitu ruas Jambi-Rengat dan ruas Rengat-Pekanbaru (Pekanbaru - Siak) dengan total panjang 282,7 km, proyek Jalan Tol Akses IKN seksi III dan IV dengan total panjang 33,76 km, serta proyek KPBU sektor perumahan di Zona 1A IKN untuk 11.268 unit hunian (tahun pementasan 2021 hingga 2024). 

Berita Terkait : Menteri Teten Minta Kadin Perkuat Kemitraan Dengan UMKM

Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan, sekarang sudah terdapat dua perusahaan Turki sebagai tindak lanjut kunjungan ke Ankara. Perusahaan pertama fokus pada pembangunan jalan tol. Sedangkan perusahaan kedua merupakan perusahaan terbesar kedua di dunia untuk bidang perumahan prefabrikasi. 

“Perusahaan-perusahaan Turki tersebut telah berkomunikasi dengan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan akan ikut mengunjungi jalan tol di Sumatera untuk membantu restrukturisasi dan mengundang para investor,” tuturnya. [MFA]