Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gus Halim: Desa Cerdas Harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 15 Desember 2021 22:52 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal Taufik Madjid membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Sosialisasi Desa Cerdas Tahun 2021 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (15/12). (Foto: Fajar El Pradianto/Rakyat Merdeka)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal Taufik Madjid membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Sosialisasi Desa Cerdas Tahun 2021 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (15/12). (Foto: Fajar El Pradianto/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal Taufik Madjid membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Sosialisasi Desa Cerdas Tahun 2021 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (15/12).

Rakornas dan Sosialisasi Desa Cerdas diselenggarakan pada tanggal 15-17 Desember 2021 bertempat di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Acara ini dihadiri petinggi Bank Dunia dan didukung penuh lintas Kementerian/ Lembaga (K/L).

Rakornas ini juga dihadiri oleh 18 Kabupaten terpilih lokasi Desa Cerdas fase I (2021) dan 60 Kabupaten calon lokasi Desa Cerdas fase II (2022).

Acara diikuti secara antusias oleh 112 orang peserta daerah. Serta, disaksikan oleh lebih dari 50 orang peserta melalui zoom meeting.

Berita Terkait : SIN Pajak Bisa Cegah Korupsi Dan Sejahterakan Indonesia

Mendes Halim Iskandar mengatakan, Desa Cerdas sudah pasti desa digital. Tapi, desa digital belum tentu Desa Cerdas. Pengelolaan data desa berbasis SDGs diharapkan menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan permasalahan di desa.

"Ke depannya, perlu dipersiapkan masyarakat dan stakeholder dalam mencapai target Desa Cerdas," ujar Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Halim Iskandar mengatakan, Desa Cerdas, merupakan konsep yang diadopsi dari konsep Smart City. Tentu, dengan dilakukan pelokalan pada komponen-komponen dan indikator-indikatornya, yang lebih cocok dengan konteks desa dan kelurahan.

Dijelaskannya, Desa Cerdas adalah desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa.

Berita Terkait : Ketua Komnas HAM: Toleransi Merupakan Kewajiban Setiap Anggota Masyarakat

"Desa Cerdas bukan sekadar berkait dengan digitalisasi, tapu berkaitan dengan dimensi lingkungan, infrastruktur dan mobilitas warga, tata kelola pemerintahan desa, ekonomi warga, kualitas hidup warga desa, serta keterampilan dan inovasi warga desa, Smart Environment, Smart Mobility, Smart Government, Smart Economy, Smart Living, dan Smart People," kata pria yang akrab disapa Gus Halim ini.

Desa Cerdas menjadi kerangka kerja untuk membangun akuntabilitas, peran, dan otoritas pengambilan keputusan untuk organisasi berbasis digital melalui media situs web, seluler, media sosial, dan produk serta layanan lain yang didukung oleh jaringan internet dan web.

Desa Cerdas menggabungkan digitalisasi teknologi dengan pengembangan sumber daya alam yang ada, untuk membangun sumber daya manusia desa, mendukung perekonomian warga, menjaga kelestarian lingkungan, membangun infrastruktur desa sesuai kebutuhan, dan tentu percepatan pencapaian kesejahteraan warga desa.

Bagi desa-desa di Indonesia, Desa Cerdas ini, berkaitan dengan 18 tujuan SDGs Desa, sebagai upaya terpadu percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Berita Terkait : AS Dan RI Komit Tingkatkan Keadilan Sosial Global

Sebagai arah pembangunan Desa, SDGs Desa memiliki 18 tujuan, dengan 222 indikator pemenuhan kebutuhan warga, pembangunan wilayah desa, serta kelembagaan desa.

Kemendes PDTT, kata Gus Halim, melalui pendamping desa yang bertugas diseluruh Desa penerima Dana Desa, melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari lembaga donor, BUMN perbankkan, e-commerce, perguruan tinggi, serta para pegiat desa, terus mendorong, melatih, dan mendampingi desa-desa untuk lebih cepat lagi berlari, lebih cepat membangun, dan bangkit menyinari Indonesia.
 Selanjutnya