Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bahas Keamanan Kawasan

Mendagri Australia Ingin Ketemu Mahfud MD

Kamis, 23 Desember 2021 09:32 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Karen Andrews. (Foto: Ist)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Karen Andrews. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia Karen Andrews mengunjungi Indonesia untuk menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Indonesia.

Kunjungan ke Indonesia tersebut adalah rangkaian kunjungan 3 negara Andrews. Selain Indonesia, dua negara lainnya yang akan dikunjungi adalah Amerika Serikat dan Sri Lanka.

Berita Terkait : Balik Dari AS, Mendagri Australia Langsung Menghadap Ke Tito

Karen Andrews mengungkapkan, dirinya dan Mahfud MD akan memimpin pertemuan Dewan Menteri Australia-Indonesia.

"Dalam kunjungan saya ke Indonesia, bersama mitra saya dari Indonesia, Menteri Mahfud MD, kami akan bersama memimpin Pertemuan Tahunan Dewan Menteri Australia-Indonesia yang ke-delapan," tulis Andrews dalam pernyataannya, Kamis (23/12).

Berita Terkait : Sharp Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Erupsi Gunung Semeru

Andrews mengungkapkan, dia akan membahas kerja sama lanjutan dalam prioritas bersama untuk keamanan kawasan. Termasuk memerangi terorisme dan kekerasan ekstremisme, meningkatkan keamanan maritim, serta meningkatkan keamanan siber.

"Kunjungan saya didasarkan pada komitmen dan kemitraan Pemerintah Australia di Amerika Serikat dan Indo-Pasifik. Saya berharap dapat melanjutkan kolaborasi dengan mitra internasional dalam mencapai tujuan kita bersama," ujarnya.

Berita Terkait : Ke Indonesia, Bos Keamanan Rusia Mau Sowan Ke Mahfud MD

Di Amerika Serikat, Andrews melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat senior dan mitra penegakan hukum AS. Salah satunya membahas kerja sama dalam bidang keamanan siber.

Sedangkan dalam kunjungannya ke Sri Lanka, Australia berkolaborasi dengan Sri Lanka dalam bidang keamanan regional dan ancaman transnasional. Termasuk melawan penyelundupan dan perdagangan manusia. [FAQ]