Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kebut Vaksinasi, Kepala Daerah Punya Peran Penting

Rabu, 29 Desember 2021 17:49 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Foto: Tangkapan layar)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Foto: Tangkapan layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, percepatan vaksinasi yang tengah digencarkan pemerintah saat ini merupakan salah satu strategi untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Demi menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Isu vaksinasi ini memang isu yang sangat penting, karena merupakan salah satu strategi kita dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19," kata Tito dalam program acara #PAHLAWANVAKSIN dengan tema Peran Pemimpin Daerah dalam Membangun Kekebalan Komunal yang digelar Tempo Media Group secara virtual, Rabu (29/12).

Tito menambahkan, upaya percepatan vaksinasi dilakukan beriringan dengan penegakan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Terutama, pemakaian masker.

Berita Terkait : Soal Literasi Kebencanaan, Ulama Punya Peran Penting

Dengan melakukan percepatan vaksinasi,  setiap orang diharapkan bisa memiliki antibodi untuk membangun sistem kekebalan tubuh, agar dapat melawan virus.

"Vaksin adalah game changer, salah satu game changer. Karena dengan adanya antibodi selain proteksi perorangan dalam jumlah minimal dua pertiga dari populasi atau 70 persen, akan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok," ujarnya.

Tito menegaskan, kepala daerah memiliki peran penting dalam akselerasi vaksinasi. Sinergitas pusat daerah sangat diperlukan, mengingat jumlah populasi masyarakat Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, dan letak geografis yang beragam.

Berita Terkait : Kebut Hilirisasi, Pemerintah Dorong Kemitraan Yang Menguntungkan

"Kunci utamanya adalah kekompakan, karena ini perlu mobilisasi, pengerahan semua sumber daya," tandas Tito.

Mantan Kapolri ini  juga memaparkan berbagai strategi yang dilakukan kepala daerah, dalam mendorong percepatan vaksinasi.

Ada yang berbasis administrasi pemerintahan seperti di Bali yang dikenal dengan nama Banjar, kemudian berbasis RW seperti yang dilakukn Pemprov DKI Jakarta, serta berbasis pusat vaksinasi dengan memanfaatkan GOR atau lapangan, serta berbasis mobile, dan door to door.

Berita Terkait : Ganjar Tak Sebebas Anies Dan Emil

Tito juga mengapresiasi kepala daerah yang memiliki terobosan tersendiri untuk mempercepat vaksinasi. Misalnya, dengan iming-iming bantuan sosial, doorprize, dan bekerja sama dengan CSR perusahaan untuk memberikan grand prize berupa sepeda motor bagi masyarakat yang mau divaksin.
 Selanjutnya