Dark/Light Mode

Jokowi Minta BIN Dan Polri Serius Pelototi Karantina, Jangan Sampai Ada Yang Bayar-bayar Lagi

Senin, 3 Januari 2022 14:07 WIB
Jokowi Minta BIN Dan Polri Serius Pelototi Karantina, Jangan Sampai Ada Yang Bayar-bayar Lagi

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengimbau jajarannya untuk menyiapkan langkah mitigasi, dalam menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus varian Omicron. Mengingat saat ini telah ditemukan kasus transmisi lokal dari varian tersebut.

“Prosedur mitigasi harus betul-betul kita siapkan. Apalagi, kita memasuki tahun baru. Bulan Januari ini, seluruh sektor sudah bergerak dengan aktivitas-aktivitasnya. Terutama sektor pendidikan dan perkantoran,” ujar Jokowi dalam Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/1).

Sejak kasus pertama Omicron di Indonesia diumumkan pada tanggal 16 Desember 2021, jumlah kasus terus bertambah. Saat ini, jumlahnya telah mencapai 136 kasus.

Baca juga : Liburan Ke Luar Negeri, Giliran Karantina Cari Yang Gratis

Jokowi pun meminta agar fasilitas pelayanan kesehatan dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

“Saya ingin ingatkan kembali langkah-langkah yang harus kita lakukan, utamanya mengenai persiapan fasilitas-fasilitas kesehatan yang kita miliki. Baik pusat maupun daerah,” ujarnya.

Konfirmasi kasus varian Omicron hampir seluruhnya berasal dari kasus impor atau imported case.

Baca juga : Jokowi: Dana Desa Rp 400,1 T Itu Gede Sekali, Jangan Sampai Salah Sasaran

Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar dilakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Jangan ada lagi dispensasi-dispensasi, apalagi yang bayar-bayar itu kejadian lagi. Karena kalau kita lihat, kenaikan menjadi 136 kasus ini, hampir seluruhnya berasal dari kasus impor. Saya harapkan sekali lagi Badan Intelijen Negara (BIN), Polri yang menyangkut urusan karantina agar betul-betul diawasi betul,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mengencarkan pelaksanaan vaksinasi sebagai bagian dari upaya penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga : Jokowi: Penindakan Hukum Jangan Sasar Yang Heboh Aja

Hingga saat ini, cakupan vaksinasi telah mencapai 281 juta dosis baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

“Ini terus kita kejar sesuai dengan target, sehingga segera kita bisa menyelesaikan baik dosis 1 maupun dosis 2. Karena stok vaksin menurut informasi yang saya terima dari Menteri Kesehatan, betul-betul kita pada posisi yang melimpah,” pungkas Jokowi. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.