Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rahmad Handoyo: Omicron Ancaman Besar, Petugas Karantina Jangan Main-main

Kamis, 2 Desember 2021 17:20 WIB
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo (Foto: Humas DPR)
Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo (Foto: Humas DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo mendukung langkah pemerintah yang melarang pejabat ke luar negeri, demi menekan laju penularan varian Omicron.

Terlebih, hampir seluruh negara, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) konsen menekan laju penularan virus yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

"Bahkan, negara sahabat kita, Jepang sudah melarang semua WNA masuk ke wilayahnya per 30 November," kata Rahmad saat dihubungi RM.id, Kamis (2/12).

Berita Terkait : Catet Nih, Pejabat Negara Dilarang Pergi-pergi Ke Luar Negeri

Keseriusan pemerintah juga terlihat, dari perpanjangan masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

"Awal November, karantina WNA 3 hari, lalu jadi 7 hari. Kemudian 10 hari sesuai arahan Presiden," tutur Rahmad.

Rahmad menambahkan, masa karantina ini bersifat kondisional. Sewaktu-waktu akan mengalami penyesuaian, seiring situasi penyebaran pandemi.

Berita Terkait : Senayan: Tenang, Jangan Panik

"Kalau kondisi global sudah relatif aman, saya kira akan ada penyesuaian kembali. Akan ada respon terhadap situasi dan kondisi global," sebut politisi asal Jawa Tengah itu.

Mengingat Omicron merupakan ancaman besar, Rahmad mengingatkan petugas karantina agar amanah menjalankan tugasnya. Pintu-pintu perbatasan pun harus diperketat.

"Jangan sampai terbujuk rayuan-rayuan. Yang mestinya karantina, malah tidak. Atau, ada karantina di luar kesepakatan waktu," papar Rahmad.

Berita Terkait : Cegah Omicron Menyebar, Masyarakat Harus Patuh Dan Waspada!

"Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, juga harus dikuatkan tanpa terkecuali. Ini penting untuk mencegah penyebaran Omicron," pungkasnya. [UMM]