Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setuju Pejabat Publik Diawasi

Mahfud MD: Kritikus Harus Siap Dikritik Balik

Kamis, 6 Januari 2022 11:40 WIB
Menko Pollhukam Mahfud MD. (Foto: Ist)
Menko Pollhukam Mahfud MD. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator, Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, kritik bagi pejabat publik adalah hal yang amat penting.

Mahfud menyebut dua alasan mengapa kritik bagi pejabat perlu ada. Pertama, agar pejabat pemerintahan tahu mereka diawasi oleh publik. Sehingga tetap transparan dan akuntabel.

Berita Terkait : Mahfud MD Ingatkan Ancaman Siber Dan Radikalisme

Kedua, kata Mahfud, kritik penting agar pejabat publik dapat mengklarifikasi tudingan atau kritikan melalui data yang valid. Supaya pengkritik tahu apa yang disampaikannya keliru.

"Menjawab kritik agar kita bisa menjelaskan dengan data jika isi kritik itu salah," cuit Mahfud MD dalam akun Twitter-nya @mohmahfudmd, Kamis (6/1).

Berita Terkait : Pelantikan Andika Perkasa Minggu Depan, Jokowi Masih Cari Hari Baik

Namun begitu, para pengkritik pejabat publik, imbau Mahfud, juga harus berani dikritik. Jangan maunya menang sendiri, hanya mau mengkritik saja.

"Yang penting pengkritik harus siap dikritik balik," cuit mantan Menteri Pertahanan era Presiden KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini.

Berita Terkait : Jadi Pejabat Harus Siap Dihujat

Diingatkannya, para pengkritik juga hendaknya tidak menuduh orang yang menjawab kritikan sebagai orang yang antikritik.

"Para pengkritik ini, jangan menuding yang menjawab kritik sebagai orang antikritik," pungkasnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini. [FAQ]