Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dukung Kesuksesan PTM Terbatas, Vaksinasi Guru Harus Diprioritaskan

Sabtu, 28 Agustus 2021 15:13 WIB
Ilustrasi pembelajaran  tatap muka. (Foto: Antara)
Ilustrasi pembelajaran tatap muka. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesuksesan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang akan dilaksanakan di daerah level 1, 2 dan 3 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) perlu didukung banyak faktor, salah satunya mendorong vaksinasi, terutama bagi para guru.

Guru merupakan frontliners atau garda terdepan dalam sektor pendidikan. Sangat penting untuk memastikan keselamatan mereka kalau PTM terbatas segera dilaksanakan. Mendorong anak usia 12-17 untuk vaksinasi juga dapat dilakukan beriringan,” ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Latasha Safira.

Berita Terkait : Komisi IX DPR Dukung Sputnik V Dipakai Dalam Program Vaksinasi Nasional

Ia menambahkan, walaupun vaksinasi sudah diprioritaskan untuk para guru, sektor pendidikan tidak boleh berpuas diri karena peluang penularan Covid-19 tetap ada.

Menurutnya sistribusi vaksin juga belum merata karena Indonesia masih memprioritaskan daerah-daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi. Ini berpotensi besar berdampak pada proses vaksinasi guru dan anak di berbagai daerah di Indonesia.

Berita Terkait : Siap Gelar PTM, Vaksinasi Siswa Di DKI Capai 79,4 persen

Latasha mengatakan dapat diperkirakan bahwa perkembangan proses vaksinasi akan berbeda-beda di tiap daerah dan akan berpengaruh pada kesiapan tiap daerah dalam melakukan PTM terbatas.

“Pemerintah juga perlu memperhitungkan adanya kemungkinan guru-guru yang belum terdata dalam skema vaksinasi akibat data yang belum diperbaharui secara berkala. Kemendikbud Ristek perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan proses vaksinasi dan membantu memberikan asistensi bagi Dinas Pendidikan yang membutuhkan,” terang Latasha.

Berita Terkait : Gandeng Poros Muda Indonesia, Polri Gelar Vaksinasi Di Universitas Jakarta

Sekolah, menurut Latasha, juga perlu memastikan terpenuhinya beberapa poin yang disebutkan dalam SKB 4 menteri mengenai daftar periksa kesiapan sekolah, yaitu ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, akses kepada fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, adanya alat pengukur suhu thermogun dan memi liki pemetaan tentang warga satuan pendidikan.

“Sekolah-sekolah perlu diarahkan untuk mengidentifikasi siswa serta orang tua/anggota keluarga yang memiliki penyakit bawaan ini. Mereka yang teridentifikasi sebaiknya tidak diwajibkan untuk mengikuti PTM,”ujarnya. [SRI]