Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cegah Varian Omicron
Bumil Juga Dianjurkan Divaksin Booster
Jumat, 14 Januari 2022 07:05 WIB
Sebelumnya
Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca, maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml).
“Pelaksanaan kegiatan vaksinasi booster bisa dilakukan di Puskesmas, rumah sakit milik Pemerintah dan Pemerintah Daerah maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten Kota,” paparnya.
Mengenai vaksinasi booster, Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran bernomor HK.02.02/II/252/2022. Di dalam SE tersebut dikatakan, dalam waktu 6 bulan setelah vaksinasi Covid-19 dosis primer menunjukkan penurunan antibodi.
Baca juga : Kemendikbudristek Dorong Seluruh Tenaga Pendidikan Dilindungi BP Jamsostek
Kondisi ini dialami oleh siapa pun. Termasuk, wanita hamil dan lansia. Sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu.
Selain Indonesia, Inggris juga mendorong para wanita hamil menerima booster.
“Ketika wanita hamil terinfeksi Covid-19 terutama pada trimester terakhir kehamilan, akan berisiko mengalami lahir prematur hingga 20 persen,” ujar Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi Inggris Prof Jeremy Brown, dikutip The Sun.
Baca juga : Seluruh Faskes Di DKI Siap Laksanakan Vaksinasi Booster
Laporan dari Sistem Pengawasan Obstetri negara tersebut mencatat, 96,3 persen ibu hamil yang dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19 antara Mei hingga Oktober 2021 tidak divaksinasi.
Sepertiga di antaranya atau sekitar 33 persen membutuhkan bantuan pernapasan. Lalu satu dari lima wanita hamil yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 melihat bayi mereka lahir prematur dan dilarikan ke unit khusus.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 aman bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Juga, tidak berdampak apapun pada kesuburan. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya