Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Omicron, Menkominfo Ajak Warga Segera Vaksinasi Booster

Jumat, 14 Januari 2022 18:10 WIB
Menkominfo, Johnny G. Plate
Menkominfo, Johnny G. Plate

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk  menyukseskan program vaksinasi lanjutan atau booster agar imunitas terjaga dan penularan Covid -19 terkendali, terutama di tengah ancaman penyebaran Omicron. 

“Segera laksanakan vaksinasi booster bagi yang sudah mendapatkan kesempatan,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, Jumat (14/1). 

Vaksinasi booster, dikatakan Johnny, dapat mempertahankan tingkat kekebalan, memperpanjang masa perlindungan dan mengendalikan penularan Covid -19. Terlebih mengingat penyebaran varian Omicron masih mengancam terjadinya gelombang peningkatan kasus berikutnya. 

Berita Terkait : Di Tengah Omicron, Pemerintah Hapus Daftar 14 Negara Yang Dilarang Masuk, Ini Alasannya...

“Karena itu, kami terus mengedukasi masyarakat secara masif supaya pemahaman akan pentingnya manfaat vaksinasi booster ini semakin meluas,” tuturnya. 

Menurutnya, kesadaran dan pemahaman publik sangat diperlukan dalam mendukung vaksinasi booster. Mayoritas masyarakat menyambut baik program vaksinasi tersebut di Indonesia. Seperti ditunjukkan dalam hasil survei terbaru South East Asia (SEA) Ahead gelombang ke-5, yang diumumkan oleh Ipsos, perusahaan penelitian pasar atau market research global. 

Pada hasil survei tersebut diketahui bahwa 63 persen masyarakat Indonesia menyatakan pentingnya mendapatkan vaksinasi booster. Adapun terkait keinginan mendapatkan vaksinasi booster, mayoritas masyarakat Indonesia yang sudah divaksin dosis pertama dan kedua 85 persen menyatakan keinginan mendapat suntikan vaksin booster bila disediakan oleh Pemerintah tanpa berbayar. 

Berita Terkait : Bumil Juga Dianjurkan Divaksin Booster

Kemudian, dari Ipsos, 62 persen masyarakat Indonesia menyatakan setuju menjadikan vaksinasi sebagai syarat melakukan aktivitas publik. Di samping itu, melalui hasil survei terbaru Ipsos ini juga diketahui bahwa lebih banyak orang Indonesia yang mengungkapkan ketidaknyamanan dalam berinteraksi dengan orang yang tidak atau belum divaksinasi dibandingkan negara lain. 

Mayoritas masyarakat Indonesia 46 persen benar-benar menghindarinya, bahkan tidak sama sekali berinteraksi. Sedangkan 68 persen masyarakat merasa tidak nyaman namun tetap masih bisa berinteraksi dan 22 persen merasa biasa-biasa saja. 

“Hasil yang baik tersebut semoga akan tercermin pada pelaksanaan vaksinasi booster di lapangan,” harap Johnny. 

Berita Terkait : Sikat Stunting, Menkominfo Siapkan Dukungan Komunikasi Dan Akses Internet

Sebagai diketaui, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid -19 Dosis Lanjutan (Booster). SE tersebut ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan direktur rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi booster sesuai dengan arahan pemerintah pusat. 

Diketahui, dari sisi kesehatan, ada 3 alasan penting mengapa harus melakukan vaksinasi booster. Pertama, adanya kecenderungan penurunan antibodi 6 bulan pasca vaksinasi terutama di tengah kemunculan varian baru termasuk Omicron. Kedua, sebagai bentuk usaha adaptasi masyarakat hidup di masa pandemi Covid-19. Ketiga, menjadi hak warga Indonesia untuk mengakses vaksin demi perlindungan diri dan komunitas. 

“Kami berharap vaksinasi booster dapat terlaksana dengan baik guna mengoptimalkan perlindungan. Dengan tingkat penularan yang kian terkendali, aktivitas masyarakat bisa makin produktif, perekonomian pun makin cepat bangkit,” kata Johnny. [MFA]