Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Audiensi Dengan Pelaku Pariwisata Bali, Yasonna: Pemerintah Cari Jalan Terbaik
Senin, 17 Januari 2022 10:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menggelar audiensi dengan perwakilan pelaku industri pariwisata di Bali, Minggu malam (16/1). Audiensi digelar sebagai salah satu cara percepatan pemulihan ekonomi di Bali sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19.
Dalam audiensi ini, para pelaku industri pariwisata meminta Pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan kedatangan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Khususnya menjelang perhelatan G20 tahun 2022 ini.
Baca juga : Lawan Persita, Bali United Waspadai Pengalaman Widodo CP
“Kami sepakat akan menyukseskan perhelatan G20, namun kami berharap ada ruang buat kami untuk bisa bernapas, supaya kami bisa memberikan spirit buat teman-teman dan kami siap melakukan sharing responsibilities untuk menjaga bagaimana Bali ini aman dan pantas dikunjungi ke depannya,” ungkap Ketua Indonesian Hotel General Manager Association Bali, Yoga Iswara.
Yasonna mengungkapkan, Pemerintah sadar akan kebijakan berat yang harus diambil karena harus mengutamakan keselamatan masyarakat, tetapi juga harus menjaga laju perekonomian. Mengenai pembatasan kunjungan wisatawan mancanegara, Yasonna menuturkan, pelonggaran kebijakannya tergantung pada laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Baca juga : Asosiasi Pengembang Minta Pemerintah Selesaikan Sejumlah Kendala Sektor Perumahan
“Saat kita mulai melonggarkan, varian Delta masuk. Lalu, saat sudah mulai tertangani dan kita ingin longgarkan kebijakan masuk ke Indonesia, tiba-tiba muncul Omicron yang membuat kita harus tarik rem terus,” terang Yasonna.
Yasonna mengungkapkan, evaluasi terkait kebijakan penanganan pandemi Covid-19 selalu dilakukan setiap pekan dalam rapat terbatas bersama Presiden Jokowi. Setiap keputusan yang diambil mengenai pelonggaran izin masuk warga negara asing harus berdasarkan pembahasan dengan menteri-menteri terkait.
Baca juga : Ini Yang Harus Dilakukan Pemerintah, Jika Ada WNI Yang Terpaksa Ke LN
Pemerintah, kata Yasonna, juga menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron pada Februari atau Maret 2022. “Keinginan kita semua pasti membuka longgar, supaya ekonomi bergulir. Kita berharap peak yang diprediksi itu tidak menjadi kenyataan, kalau pun jadi kenyataan tidak seperti yang kita khawatirkan,” ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.
“Kita sama-sama berjuang untuk menangani kondisi ini, yang pasti kalau Presiden concern-nya itu bagaiamana supaya pandemi segera berakhir, bagaimana ekonomi tumbuh kembali,” pungkas Yasonna. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya