Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasca Gempa Banten, Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Sarana Pendidikan Dan Tempat Ibadah

Selasa, 18 Januari 2022 20:15 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) saat meninjau kerusakan daerah pasca gempa Banten. (Foto: Dok. Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) saat meninjau kerusakan daerah pasca gempa Banten. (Foto: Dok. Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa berkekuatan Magnitudo 6,6  telah mengguncang wilayah Provinsi Banten dan sekitarnya pada Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB.

Setidaknya 48 kecamatan dan 166 desa/kelurahan mengalami dampak dengan kondisi terparah di Kecamatan Sumur, Cikeusik, Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Berita Terkait : Kementan Tingkatkan Pengembangan Budidaya Dan Hilirisasi Ubi Jalar

Pasca kejadian gempa tersebut, pemerintah lintas sektoral terus melakukan berbagai upaya tanggap darurat bencana termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Salah satu yang menjadi prioritas ialah perbaikan sarana prasarana (sarpras) pendidikan dan juga sarana ibadah.

“Saya melihat yang mendesak untuk diperbaiki adalah sarana pendidikan dan sarana ibadah. Ini harus segera ditangani, apalagi sudah ada kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari Kemendikbud,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi Provinsi Banten secara virtual, Selasa (18/1).

Berita Terkait : Indah Permatasari, Setahun Pernikahan Antara Tawa Dan Air Mata

Berdasarkan laporan Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam rapat, data saat ini mencatat 43 sekolah dan 15 sarana ibadah di Kabupaten Pandeglang mengalami dampak akibat bencana gempa bumi tersebut.

Sedangkan di Kabupaten Lebak, menurut Bupati Iti Oktavia Jayabaya, total yang terdampak yaitu 22 sekolah, 35 madrasah, dan 14 sarana ibadah.

Berita Terkait : Pulihkan Ekonomi, Tito Minta Kepri Tetap Jalankan Program Pembangunan Di Saat Pandemi

“Yang jelas, sekolah dan madrasah akan kita utamakan untuk diperbaiki selain puskesmas dan sarana ibadah. Kita harus pastikan agar anak-anak jangan sampai terganggu belajar-mengajarnya,” ujar Muhadjir.
 Selanjutnya