Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pulihkan Ekonomi, Tito Minta Kepri Tetap Jalankan Program Pembangunan Di Saat Pandemi

Jumat, 14 Januari 2022 18:07 WIB
Mendagri Tito Karnavian (kiri)saat kunker dalam rangka monitoring, evaluasi program, dan kegiatan strategis di Marriot Hotel Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (13/1). (Foto: Dok. Kemendagri)
Mendagri Tito Karnavian (kiri)saat kunker dalam rangka monitoring, evaluasi program, dan kegiatan strategis di Marriot Hotel Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (13/1). (Foto: Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk tetap mengendalikan laju pandemi Covid-19.

Menurutnya pengendalian pandemi menjadi kunci memulihkan ekonomi. Kondisi ini dapat membuat program pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat berjalan dengan baik.

Berita Terkait : Moeldoko: Presiden Jokowi Minta Program Penurunan Stunting Konkrit, Bukan Seremonial

“Kondisi pandemi di Kepri Alhamdulillah ya sudah relatif terkendali, yang ditunjukkan dengan berbagai indikator,” ujar Tito saat memberikan keterangan pers pada kunjungan kerja dalam rangka monitoring, evaluasi program, dan kegiatan strategis di Marriot Hotel Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (13/1) malam.

Dalam kunker tersebut, Tito memberikan arahan kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Kepri.

Berita Terkait : Pemulihan Ekonomi Nasional Memuaskan Berkat Kerja Nyata Airlangga

Lebih lanjut Tito mengatakan dengan kondisi pandemi yang terkendali diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri bagi negara lain, seperti Singapura dan Malaysia yang menjadi segmen pariwisata untuk berkunjung ke Kepri.

Kendati demikian, Tito berharap, Malaysia dan Singapura termasuk negara tetangga lainnya bisa mengendalikan kasus pandemi agar tidak justru menularkan virus.

Berita Terkait : Wujudkan Ekonomi Biru, KKP Terapkan Era Baru Pengelolaan Perikanan Tangkap 2022

Tito akan memantau tren kasus pandemi, baik di Kepri, Singapura, maupun Malaysia selama dua minggu mendatang. Apabila tren tersebut menunjukkan situasi terkendali, bukan tak mungkin semua pihak dapat saling percaya untuk membuka pembatasan mobilitas antarnegara.
 Selanjutnya