Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Puncak Omicron Di Depan Mata, Kiai Maruf Minta PTM Dapat Perhatian Khusus
Senin, 24 Januari 2022 13:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menegaskan, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus. Mengingat puncak penyebaran varian Omicron diperkirakan terjadi pada Februari-Maret mendatang.
“Sampai tanggal 18 Januari 2022, terdapat 41 sekolah SD/SMA di Jakarta yang sebagian siswanya positif Covid-19. Bagaimana kira-kira kelanjutan kebijakan dari PTM ini, pembelajaran tatap muka ini karena penyebarannya cepat. Diperkirakan, Februari ini akan mencapai puncaknya, sampai awal Maret,” kata Kiai Maruf saat memimpin Rapat Terbatas Evaluasi PPKM melalui konferensi video, Senin (24/1).
Secara khusus, Kiai Ma'ruf menyoroti penyebaran varian Omicron, yang dalam beberapa hari terakhir meningkat pesat. Bahkan, telah menyebabkan kematian.
Baca juga : 5 Suspek Omicron Sehari, Ratusan Warga Kota Tangerang Positif Covid
Untuk mencegah penularan yang lebih masif dan korban yang lebih banyak, Kiai Ma'ruf meminta kesiapan seluruh jajaran terkait dalam mengatasi hal ini.
“Sekali lagi, meski tingkat keparahan varian Omicron ini lebih ringan dibanding Delta, tapi kalau jumlah kasus bertambah terus, terutama pada yang memiliki komorbid, tentunya akan memberikan tekanan kepada fasilitas tenaga kesehatan yang ada. Karena itu, kita harus betul-betul melakukan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan kasus," papar Kiai Ma'ruf.
Kesiapan tersebut, antara lain dapat dilakukan dengan memperkuat testing dan tracing pada masyarakat. Terlebih, dengan adanya peningkatan penyebaran melalui transmisi lokal.
Baca juga : Waspada Lonjakan Omicron, Jokowi Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas
"Ini penting, mengingat mereka yang terpapar varian Omicron ini kebanyakan OTG (Orang Tanpa Gejala). Serta orang dengan komorbid, sakit ringan. Mereka berpotensi besar memicu penularan berkelanjutan di masyarakat,” tegas Kiai Ma'ruf.
Selain itu, Kiai Ma'ruf juga menekankan, agar program vaksinasi Covid-19 terus diakselerasi. Baik untuk masyarakat umum, kelompok lanjut usia (lansia), maupun anak-anak.
Kiai Ma'ruf juga berharap, vaksin Covid dalam negeri sudah bisa digunakan masyarakat pada tahun ini. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya