Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bangun Kantor Presiden, Wapres, Gedung DPR, MPR, Jalan, Dll...
Bu Sri, Pak Basuki Minta 46 Triliun Tuh
Rabu, 26 Januari 2022 08:45 WIB
Sebelumnya
Lalu, apakah anggaran IKN sudah disiapkan Sri Mulyani? Saat dikonfirmasi mengenai ini, Kementerian Keuangan belum merespons. Tadi malam, Rakyat Merdeka mengkonfirmasi ke beberapa pejabat Kemenkeu. Seperti ke Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo dan Direktur Jenderal Anggaran Isa Rachmatarwata. Namun, keduanya puasa bicara.
Dari DPR, Anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno yakin, Sri Mulyani punya jalan keluar. Terlebih, ada skenario blended financing. Anggaran APBN sifatnya untuk memancing investor swasta dan bentuk pembiayaan lainnya (crowding-in).
Baca juga : Presiden, Wapres, Menteri, Apa Perlu Pakai Rompi Anti Peluru?
"Kita lihat nanti. Yang jelas, dengan telah disahkannya Undang-Undang IKN, maka sejumlah program dapat diusulkan dan diakomodasi," ujar politisi senior PDIP itu.
Anggota Panitia Khusus RUU IKN Achmad Baidowi kasih solusi. Kata dia, anggaran IKN bisa dialokasikan melalui APBN Perubahan. Untuk sumbernya, akan dibahas bersama Pemerintah dan DPR. Apakah dari realokasi anggaran di kementerian, atau dari sumber lain.
Baca juga : Melani Leimena Serahkan Bantuan PKBL Rp 450 Juta
"Soal itu kan nanti nunggu payung hukum Undang-Undang IKN diundangkan, ada nomornya, baru itu bisa berlaku. Kemudian bisa ditindaklanjuti lewat APBN. Yang memungkinkan adalah APBN Perubahan," terang politisi yang akrab disapa Awiek itu.
Peneliti Indef Sugiyono Madelan menyatakan, kondisi ini memperlihatkan bahwa anggaran IKN belum final. Dengan kondisi ini, ada dua cara yang kemungkinan dilakukan pemerintah: merevisi APBN 2022 dan lebih giat mencari investor untuk IKN.
Baca juga : Presiden, Wapres, Menteri, Anggota DPR, Tak Usah Lah
Sugiyono meminta Pemerintah lebih mematangkan perencanaan IKN. Kehati-hatian juga penting agar publik tidak mengira IKN sebagai kegiatan pencitraan atau gimmick belaka. "Pemerintah harus menunjukkan benar-benar akan mampu merealisasikan perencanaan IKN secara cermat di tengah berbagai tantangan nyata terhadap peningkatan serangan Omicron, belum pulihnya perekonomian nasional, dan menyongsong Pilpres dan Pileg 2024," sarannya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya