Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kementan Kembali Serap Telur Dari Peternak Rakyat

Jumat, 18 Februari 2022 12:46 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah/Ist
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) terus berupaya mendorong peningkatan konsumsi telur untuk membantu menyerap produksi di tingkat peternak. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (18/2).

Nasrullah mengatakan, produksi telur pada Februari 2022 saat ini surplus apabila dibandingkan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak meningkatkan konsumsi telur untuk membantu menyerap telur di tingkat peternak.

“Saat ini kami dorong seluruh pegawai Ditjen PKH, termasuk pegawai di Unit Pelaksana Teknis (UPT) kami untuk membeli telur secara langsung dari peternak minimal 2-4 kg per orang per bulan”, ungkap Nasrullah. 

Berita Terkait : Ketegangan Rusia-Ukraina Belum Reda, Rupiah Rontok lagi

Menurutnya, selain untuk membantu peternak, pembelian telur ini juga bagus untuk para pegawai memenuhi kebutuhan protein hewani, dan untuk meningkatkan imunitas tubuh pada masa pandemi Covid-19.

Nasrullah menyebutkan, saat ini pegawai Ditjen PKH (Pusat dan 23 UPT) telah menyerap telur sebanyak 14 ton per bulan yang dibeli langsung dari petenak rakyat oleh pegawai-pegawai Kementan.

“Jika ini bisa diikuti oleh pegawai kementerian atau lembaga pemerintah lainnya, tentu ini akan sangat membantu,” imbuhnya.

Menurut Nasrullah, upaya penyerapan telur dari peternak mandiri akan dilakukan terus oleh Kementan hingga harga di tingkat peternak membaik. 

Berita Terkait : Jelang Ramadhan Permintaan Kurma Hijra Meningkat

“Kepedulian kita sangat dibutuhkan saat ini sebagai solusi terbaik bagi persoalan dinamika perunggasan. Jangan sampai peternak merugi," tutur Nasrullah. 

Dia mengatakan, saat ini Kementan terus berupaya memecahkan permasalahan peternak.

Antara lain: (1). Menerbitkan Surat Edaran terkait Larangan Penjualan Telur Tetas Ayam atau Hatching Egg (HE) untuk konsumsi kepada perusahaan pembibit dan pelaku usaha perunggasan; (2). Melakukan imbauan kepada para pelaku usaha perunggasan besar untuk bersama-sama berupaya membantu meningkatkan harga telur di peternak.

Nasrullah menegaskan, Kementan saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan langkah nyata membantu peternak. 

Berita Terkait : Nenek AS, Orang Ketiga Dunia Yang Sembuh Dari HIV, Ini Pengobatannya

Dia menyebutkan, telah dilakukan rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Kemenko Perekonomian, Kemenko PMK, Kementan, Kemendag, Kemensos dan BUMN Klaster Pangan.

Dalam rapat tersebut menyepakati antara lain: (1). melaksanakan penyerapan telur dari peternak secara sukarela oleh Kementerian/Lembaga terkait; (2). meminta percepatan realisasi pemasukan komoditas telur dalam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan pelaksanaannya dilakukan setiap bulan; (3). meminta BUMN klaster pangan untuk melakukan penyerapan dan pendistribusian telur ke luar Jawa.

“Harapan kami, upaya yang kita lakukan ini dapat terealisasi. Semua unsur bersinergi membangun eksosistem pangan nasional untuk menjaga stabilitas perunggasan. Sehingga dapat meminimalisir dampak kerugian peternak," pungkasnya. [KAL]