Dark/Light Mode

Program Taxi Alsintan

Ide Cemerlang Mentan Dorong Pemulihan Ekonomi Sektor Pertanian

Rabu, 23 Februari 2022 20:16 WIB
Direktur Alsintan Kementan (tengah berbatik) di sela-sela rapat koordinasi pemantapan Program Taxi Alsintan di Palembang, Sumsel, Rabu (23/2). (Foto: Istimewa)
Direktur Alsintan Kementan (tengah berbatik) di sela-sela rapat koordinasi pemantapan Program Taxi Alsintan di Palembang, Sumsel, Rabu (23/2). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Dibantu KUR

Namun adanya Pandemi Covid-19, lanjut dia, membuat pemerintah mau tidak mau mengurangi belanja di sektor pertaniannya. Jika pada 2015 lalu, anggaran untuk pengadaan alsintan bisa mencapai Rp 2,5 triliun, namun di 2020 hingga 2022 ini, pembelian alsintan untuk petani berkurang hingga kini tersisa Rp 700 miliar.

Realitas ini kemudian disikapi Menteri Pertanian dengan lahirnya terobosan Taxi Alsintan, petani bisa membeli alsintan untuk dimiliki melalui keringanan pembiayaan melalui KUR.

Baca juga : Menparekraf: Peran Perempuan Milenial Penting Dorong Ekonomi Kreatif

"Kenapa Pak Menteri diminta lebih khusus ke KUR pertanian karena beliau mendapatkan predikat terbaik terkait realisasi KUR yang penyalurannya hampir Rp 90 triliun pada Tahun 2021. Itu kerja luar biasa yang dilakukan oleh Menteri Pertanian," lanjut jebolan sarjana pertanian Universitas Gajah Mada ini.

Andi yakin, dengan pengadaan alsintan secara mandiri ini, petani akan lebih semangat memacu dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Di samping itu, tingkat kepemilikan dan kepuasan untuk penggunaan alsintan di kalangan petani menjadi lebih tinggi, yang situasinya tentu akan sangat berbeda jika bantuan alsintan tersebut bersumber dari APBN.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, Sumatera Selatan kita targetkan 50 unit Taxi Alsintan yang beroperasi pada akhir bulan Maret ini, dimana progres sampai hari ini sudah ada 30 unit taxi alsintan yang segera beroperasi menyongsong musim panen tahun ini.

Baca juga : DPR Minta Polisi Kaji Ulang Penetapan Tersangka Pelapor Korupsi

Capaian yang luar biasa ini bisa diperoleh karena tingkat kesadaran petani untuk memiliki sendiri dan tidak tergantung pada bantuan pemerintah sudah cukup tinggi. Di satu sisi, jumlah alsintan di provinsi yang dipimpin Herman Deru ini masih terbilang belum ideal lantaran mekanisasi pertaniannya masih ditopang dari provinsi tetangga.

"Yang jelas kita akan fokus di 9 provinsi sentra dan mudah-mudahan perkembangannya sama di Sumatera Selatan. Saya mendapatkan Sumatera Selatan ini ini sudah luar biasa, tinggal sedikit lagi bagaimana mengklasterkan dan nanti bisa kita fasilitas menjadi taxi alsintan yang lebih mandiri," katanya yang menargetkan Sumsel memiliki 50 unit Taxi Alsintan.

Andi juga meminta pihak perbankan tidak perlu takut merealisasikan KUR Taxi Alsintan ini kepada petani. Sebab dalam program ini, setiap alsintan yang diperoleh melalui sistem KUR, akan mendapatkan pengawalan dan pembinaan dari Kementan. Dengan demikian, kredit macet dalam KUR Alsintan ini bisa diminimalisir sekecil mungkin.

Baca juga : Kemitraan Strategis RI-OECD Dukung Agenda Prioritas Presidensi G20 Dan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

"Semua kekhawatiran bapak-bapak terkait tadi ada pembicaraan mengenai potensi kerusakan kami akan bertanggung jawab. Kami akan menandatangani fakta interitas dengan semua penyedia untuk menjamin perawatan dan sparepart," tambah Andi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.