Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tolong Hati-hati
Jokowi: Dalam Sejarah Negara Ini, Belum Pernah Desa Diberi Anggaran Sampai Rp 468 T
Selasa, 29 Maret 2022 20:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sampai tahun 2022, pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 468 triliun, yang dimanfaatkan untuk berbagai pembangunan di desa.
Presiden Jokowi pun meminta jajaran pemerintah desa untuk mengelola, memanfaatkan, serta merealisasikan dana tersebut sebaik mungkin. Sehingga, dapat memacu pertumbuhan ekonomi di desa. Secara keseluruhan, ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden, dalam peresmian Pembukaan Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Silatnas Apdesi) Tahun 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3) siang.
“Sampai tahun ini, dana yang disalurkan untuk desa berjumlah Rp 468 triliun. Jangan dipikir ini uang kecil lho. Ini uang gede sekali, besar sekali. Dalam sejarah negara ini berdiri, belum pernah desa diberi anggaran sampai Rp 468 triliun. Oleh sebab itu, hati-hati dalam mengelola/me-manage duit yang sangat besar sekali ini,” beber Jokowi.
Baca juga : Jokowi: Negara Lain Cuma Fokus Di RS, Kita Gotong-Royong Sampai Ke Jajaran Paling Bawah
Kepala Negara menuturkan, kerja keras pemerintah desa dalam pembangunan desa sudah terlihat secara konkret.
Dana desa telah dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur pendukung desa, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa.
“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Mendagri, Pak Tito, jadi jalan desa berapa, jadi embung berapa, jadi irigasi berapa, jadi jembatan berapa, semuanya jelas, konkret, fisik ada. Ini akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di desa, maupun nanti diagregatkan menjadi pertumbuhan ekonomi nasional,” papar Jokowi.
Presiden menekankan, pemanfaatan dana desa dapat diarahkan kepada pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan produktivitas masyarakat pedesaan. Salah satunya, jalan akses ke sawah atau perkebunan.
Baca juga : Cek Di Sini, Daftar 15 Negara Yang Telah Deteksi Varian Omicron
Sampai saat ini, telah terbangun 227 ribu kilometer jalan desa yang dibiayai dari dana desa.
“Masih banyak jalan-jalan di desa yang memang baru dibangun dan diperbaiki. Utamanya dan utamakan, jalan-jalan produksi yang menuju ke sawah, ke kebun itu yang didahulukan. Embung, irigasi, dan lain-lain, jembatan, pasar desa, BUMDes, tambatan perahu, banyak sekali. Sudah saya cek satu per satu,” ujar Jokowi.
Terkait peningkatan kualitas hidup masyarakat, dana desa antara lain dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sarana air bersih, posyandu, polindes, drainase, sumur, pendidikan anak usia dini (PAUD), serta MCK (mandi, cuci, kakus).
“Ini juga dari dana desa. Itu akan memperbaiki kualitas hidup, kualitas SDM (sumber daya manusia) dari masyarakat di pedesaan,” imbuh Jokowi.
Baca juga : Penghimpunan Dana Di Pasar Modal Tembus Rp 274,32 Triliun
Presiden pun menekankan, agar penggunaan dana desa diutamakan untuk perputaran roda ekonomi di desa.
Contohnya, pembelian material untuk pembangunan infrastruktur, atau pembelian makanan penambah nutrisi dilakukan di desa tersebut.
“Itulah yang akan menghidupi masyarakat kita, masyarakat desa. Yang pada akhirnya, akan menurunkan angka kemiskinan di desa. Ini sudah kelihatan. Coba dilihat kurvanya sudah turun, turun, turun, turun terus, turun terus,” tandasnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, serta Ketua Apdesi Surta Wijaya turut hadir dalam acara tersebut. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya