Dark/Light Mode

RI Ajak Dunia Gotong Royong Atasi Pandemi Di Presidensi G20

Kamis, 31 Maret 2022 14:58 WIB
Health Working Group (HWG) G20 di Yogyakarta. (Foto: Ist)
Health Working Group (HWG) G20 di Yogyakarta. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu working group yang menjadi sorotan dalam G20 tahun ini adalah Health Working Group (HWG). Berbagai isu yang dibahas di dalam HWG menjadi sangat penting karena dunia tengah dilanda pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.

Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada tiga isu prioritas bidang kesehatan yang diinisiasi oleh Indonesia dalam Presidensi G20 2022, yaitu membangun ketahanan sistem kesehatan global, harmonisasi standar protokol kesehatan global, serta memperluas manufaktur global dan pusat pengetahuan untuk pencegahan terjadinya pandemi, kesiapsiagaan, dan respons.

"Dalam presidensi Indonesia ada tiga topik utama dalam bidang kesehatan," kata dia seperti dikutip dari Antara, Kamis (31/3).

Baca juga : Bu Sri, Tolong Dong Bayar Utang Pemerintah Ke Pertamina Rp 100 T

Menurut dia, isu tentang ketahanan sistem kesehatan global menjadi isu yang penting untuk dibahas di tengah masih berlangsung pandemi Covid-19. Salah satu pembahasan dalam isu ini adalah terkait dengan mekanisme mobilisasi sumber daya finansial dan kesehatan dalam mengatasi berbagai krisis kesehatan dunia.

Nadia menceritakan, pada masa awal terjadinya pandemi Covid-19, banyak negara kesulitan dalam mendapatkan sumber daya kesehatan untuk menangani pandemi di negara mereka. "Kita ingatlah, waktu di awal-awal kan bagaimana mencari APD (Alat Pelindung Diri), harga reagen-nya juga masih mahal, kemudian juga kesulitan ventilator, oksigen," ujar dia.

Menurut dia, dalam bidang kesehatan tidak ada mekanisme untuk mobilisasi sumber daya dalam melakukan penanganan krisis kesehatan. Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengusulkan agar terdapat mekanisme yang jelas bagi berbagai negara di dunia untuk mengakses sumber daya keuangan dan sarana prasarana kesehatan jika misalnya terjadi pandemi pada masa mendatang.

Baca juga : Bank DKI Dorong Digitalisasi Bank Wakaf Mikro Di Ponpes

Ia juga berharap dengan adanya mekanisme tersebut maka tidak ada negara yang akan mengalami kesulitan dalam mengakses sumber daya tersebut. Pihaknya juga berharap G20 2022 akan menghasilkan komitmen bersama dalam membangun mekanisme mobilisasi sumber daya keuangan dan sarana prasarana kesehatan.

Dalam upaya untuk membangun komitmen dari negara-negara G20, pihaknya mengatakan Indonesia memiliki budaya gotong royong yang kental sehingga semangat ini diharapkan dapat ditularkan ke negara-negara lain untuk saling membantu dalam bidang kesehatan. "Indonesia memiliki sendi yang kuat dalam bentuk gotong royong. Ini yang akan ditularkan," ujar dia.

Senada dengan Nadia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengharapkan sektor kesehatan agar dapat mempererat hubungan baik antarnegara di tengah terjadinya peningkatan isu-isu terkait dengan geopolitik.

Baca juga : Didukung Komunitas Gowes, Sahabat Ganjar Kian Pede Antar GP Ke Kursi Presiden 2024

"Memang isu geopolitik sekarang sedang meningkat tinggi. Kesehatan itu sifatnya universal, jadi justru sektor kesehatan harusnya kita benar-benar bisa bersatu dan bekerja sama," ujar dia dalam konferensi pers pertemuan Health Working Group (HWG) G20 bertajuk "Harmonizing Global Health Protocol Standards" di Yogyakarta.

Budi mengatakan, masing-masing negara memiliki ekonomi yang berbeda sehingga akan sangat memengaruhi berbagai kebijakan internasional. "Namun, kalau ada masalah mengenai kesehatan, kemanusiaan maka kita pendekatannya harus lebih universal, tidak sektoral, seperti ideologi, politik, dan lain-lain," ujarnya.

Pertemuan HWG akan diselenggarakan sebanyak tiga kali selama Presidensi G20 Indonesia yang membahas masing-masing satu isu prioritas. Pertemuan HWG pertama telah diselenggarakan di Yogyakarta pada 28 sampa dengan 30 Maret 2022 yang membahas tentang harmonisasi standar protokol kesehatan global. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.