Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan & Menkop UKM Dukung Alsintan Produk Dalam Negeri

Jumat, 15 April 2022 13:17 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Koperasi (Menkop) dan UMKM Teten Masduki saat menghadiri acara Showcase dan Business Matching Alat Pertanian, Manufaktur dan Alat Berat di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/4). (Foto: Istimewa)
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Koperasi (Menkop) dan UMKM Teten Masduki saat menghadiri acara Showcase dan Business Matching Alat Pertanian, Manufaktur dan Alat Berat di Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/4). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menghadiri acara Showcase dan Business Matching Alat Pertanian, Manufaktur dan Alat Berat di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Menurut Mentan, Kunjungan ini merupakan rangkaian pemerintah dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditargetkan mencapai 50 persen pada tahun ini.

"Kehadiran kami untuk membangun komitmen, bahwa Kementan butuh UMKM untuk bersama-sama membangun negara. Kita semua tahu bahwa pertanian adalah sesuatu yang penting yang kita butuhkan hari ini, esok dan masa yang akan datang," ujar Mentan, Kamis (14/4).

Berita Terkait : Kemenkop UKM Genjot Penggunaan Produk Dalam Negeri Alat Pertanian Cs

Mentan mengatakan, komitmen pembelian barang dalam negeri harus digelorakan dengan penuh semangat untuk kepentingan negara yang lebih maju dan modern. Hal ini sekaligus bukti bahwa Indonesia selama ini mampu memproduksi deretan alat canggih.

"Saya sangat setuju dengan Bapak Presiden, kenapa harus impor kalau dari dalam negeri bisa. Memang tidak sebagus jetpump yang kita pasang buatan dari Jepang karena mereka sudah coba lama banget, tetapi kalau kita tidak memakai jetpump buatan kita, kita tidak tahu cara memperbaikinya. Kira-kira seperti itu," katanya.

Mentan menjelaskan, Indonesia termasuk negara yang paling tangguh dalam menghadapi berbagai krisis pandemi. Tidak seperti negara lain, Indonesia mampu mengendalikan inflasi dibawah 3 persen atau berada di angka 2,64 persen.

Berita Terkait : Kebijakan Intensifikasi Dorong Peningkatan Produktivitas Pangan

Berbeda dengan negara Turki yang mengalami inflasi tertinggi dalam 20 tahun terakhir, yakni 61,14 persen. Begitu juga dengan Amerika yang mengalami inflasi tinggi dalam 40 tahun terakhir, dimana angkanya mencapai 7,9 persen.

"Pertanian itu harus bersama-sama karena persoalan ekonomi setiap negara berbeda. Amerika yang belum pernah inflasi sekarang inflasinya 7,2. Begitu juga dengan Turki, Argentina Belanda atau Rusia semua inflasinya tidak terkendali," katanya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan terimakasih atas perhatian Mentan terhadap berbagai produk UMKM. Ke depan, kata Teten, pihaknya siap berkolaborasi dengan Menteri Pertanian untuk membangun negeri.

Berita Terkait : Pemerintah Dukung UMKM Kembangkan Produk Berbasis Sawit

"Kolaborasi pembelian produk dalam negeri penting dilakukan untuk Indonesia yang lebih maju ke depan," ujarnya. [KAL]