Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perpusnas Dukung Peningkatan Literasi Perempuan Dan Anak

Selasa, 29 Maret 2022 20:20 WIB
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Menteri PPPA Bintang Puspayoga menunjukkan naskah MoU pada acara Rakornas Perpustakaan 2022, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, (29/3). (Foto: Dok. Perpusnas)
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Menteri PPPA Bintang Puspayoga menunjukkan naskah MoU pada acara Rakornas Perpustakaan 2022, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, (29/3). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai langkah nyata dalam mendukung terselenggaranya pemerintahan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan serta bidang perpustakaan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menjalin kerja sama dengan Kementerian Perlindungan Anak (PPPA). Nota kesepahaman ditandatangani Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Menteri PPPA Bintang Puspayoga, pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2022, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, (29/3).

Rakornas Perpustakaan ini mengusung tema “Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital. Acara ini diselenggarakan secara hybrid dan berlangsung selama dua hari yakni 29-30 Maret 2022.

Menteri Bintang menyampaikan, kerja sama yang dilakukan merupakan komitmen dan tanggung jawab bersama dalam meningkatkan literasi perempuan dan anak. Praktik baik sudah dilakukan terkait dengan pemberdayaan perempuan, terutama pengarusutamaan gender.

Berita Terkait : Resmikan Kantor Baru, Ajaib Group Dukung Pemerintah Terus Pacu Perkembangan Digital

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, Pak Kepala Perpusnas selama ini tiada henti kerja sama. Spot yang diberikan Perpustakaan Nasional kepada kami Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Perpusnas telah melakukan implementasi nyatanya melalui layanan informasi terkait peningkatan keterampilan perempuan. Salah satunya, dengan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” katanya.

Kata Bintang, perempuan dan anak merupakan unsur yang penting untuk diintervensi. Karena perempuan dan anak merupakan sumber daya manusia yang tidak boleh ditinggalkan. Mengingat, setengah dari populasi Indonesia, yakni 49,48 persen adalah perempuan dan sebanyak 30,1 persen adalah anak-anak. “Bicara tentang pembangunan perempuan dan anak-anak tidak hanya menjadi objek. Tetapi bagaimana perempuan dan anak ini dilibatkan juga menjadi subjek dalam pembangunan,” jelasnya.

Maka, lanjut Bintang, diperlukan sinergi, kolaborasi, dan kerja sama untuk menjadikan perempuan berdaya. Pemberdayaan perempuan adalah salah satu dari 5 arahan Presiden Jokowi untuk peningkatan kapasitas perempuan di bidang kewirausahaan."Kami harap, penandatanganan nota kesepahaman ini tidak menjadi dokumen semata. Tetapi bagaimana kita tuangkan melalui program dan kegiatan untuk mewujudkan perempuan berdaya anak terlindungi Indonesia Maju," harap Bintang.

Berita Terkait : Hari ini Perpusnas Gelar Rakornas Perpustakaan Tahun 2022

Sejalan dengan keinginan itu, Kepala Perpusnas menjelaskan, Pembukaan UUD 1945 memandatkan, tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Semua lembaga negara, baik legislatif, eksekutif, yudikatif, maupun TNI/Polri, memiliki tugas untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Kalau kita cerdas, maka sejahtera. Kalau kita sehat dan sejahtera, maka NKRI utuh untuk selama-lamanya. Kalau kita cerdas, sejahtera dan kuat akan menjadi bagian dari percaturan global,” terangnya.

Syarif Bando juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah dilakukan bersama Kementerian PPPA untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur, maka harus dimulai dengan bangsa yang cerdas. "Bahwa kita semua hadir di sini untuk mengakselerasikan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota dan juga perguruan tinggi yang betul-betul bisa sukses membangun sumber daya manusia,” urainya.
 Selanjutnya