Dewan Pers

Dark/Light Mode

Urusan Pengendalian Covid

Kita Lebih Baik Dari Malaysia

Rabu, 27 April 2022 07:40 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Dok. Kemenkes)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan Covid-19 yang dilakukan Indonesia sudah semakin membaik. Dibandingkan negara ASEAN lain, Indonesia lebih unggul.

“Kalau kita melihat di Malaysia masih mencatatkan 4.000 kasus per hari pada 24 April lalu,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi saat memberikan keterangan pers secara virtual, kemarin.

Kemudian di Singapura, masih mencapai 2.000 kasus per hari. Lalu Thailand, hampir 15.000 kasus. Sementara Australia, mencapai 33.700 kasus per hari.

Berita Terkait : Cegah Penularan Covid-19 Saat Mudik, Ini 5 Tips Dari Prof Tjandra

Di Indonesia, penambahan angka positif hanya 382 kasus. Jumlah ini tentu jauh dibandingkan negara tersebut.

“Saat ini kondisi pandemi di Indonesia sudah terkendali, walaupun pelonggaran berbagai aktivitas telah dilakukan,” terangnya.

Sejak awal Ramadan, Pemerintah mengizinkan warga mudik tahun ini. Kebijakan ini diambil karena kondisi yang semakin membaik.

Berita Terkait : Jangan Lupa Pakai Masker Medis

Pemerintah melakukan pelonggaran aktivitas untuk daerah berada di wilayah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Syukur, tidak terjadi peningkatan kasus yang terjadi secara signifikan.

“Kalau kami melihat angka konfirmasi harian cenderung turun terus, pada tanggal 25 April 2022 dilaporkan 317 kasus,” ungkap Nadia.

Jumlah itu turun drastis jika dibandingkan pada saat Indonesia mengalami puncak Omicron. Juga pada saat Indonesia menghadapi gelombang varian Delta dengan angka kematian yang cukup tinggi. Saat itu, kasus positif mencapai 382 kasus.

Berita Terkait : Optimalkan Pengembangan Kawasan, Mentan Ajak Bangkitkan Kedelai Nasional

“Angka kematian dilaporkan 33 kasus dan tertinggi pada saat Omicron itu 220 kasus, sama seperti pada saat varian Delta. Tetapi kita tahu fatalitas jauh lebih besar dari Omicron,” jelasnya.

Selanjutnya, Nadia menyebutkan, angka positivity rate Indonesia saat ini sudah kurang dari 1 persen atau 0,52 persen. Sementara tingkat keterisian tempat perawatan rumah sakit hingga 23 April 2022, tercatat keterisian hanya 3 persen dari total kapasitas yang ada. [JAR]