Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemuda Adat Papua Minta Pemerintah Percepat Pemekaran Daerah

Kamis, 28 April 2022 20:17 WIB
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua temui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Kamis (28/4). (Foto: Istimewa)
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua temui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Kamis (28/4). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua temui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Kamis (28/4).

Kehadiran perwakilan Pemuda Adat Papua ini untuk memberi dukungan dan meminta proses pemekaran Papua di tiga wilayah yaitu Papua Tengah, Papua Pegunungan Tengah dan Papua Selatan dipercepat. Hal ini ditegaskan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Adat Papua, Jan Christian Arebo.

"Kami mendukung penuh pemerintah pusat dengan hadirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua ini untuk mensejahterakan rakyat Papua dan pemerataan pembangunan di tanah Papua. Untuk itu, kami mengharapkan kepada Bapak Presiden untuk segera mempercepat DOB di tanah Papua guna menciptakan situasi Papua yang aman, damai, dan kondusif juga membawa kesejahteraan kepada masyarakat Papua," jelasnya di kantor Kemenko Polhukam.

Berita Terkait : Menko Polhukam: Bangun Integritas, Perlu Kesadaran Bersama!

Jan Christian Arebo meyakini, pemekaran Papua akan membawa dampak positif bagi masyarakat Papua dan mempercepat  pembangunan di Tanah Cendrawasih tersebut. Lebih lanjut, Jan Christian Arebo menegaskan sebagaian besar rakyat Papua setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Tidak semua orang Papua minta merdeka, tidak semua orang Papua minta referendum, saya adalah warga negara Indonesia yang setia dan taat pada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan NKRI harga mati," tegas Jan Christian Arebo bersemangat.

Dalam kesempatan yang sama, Pendeta Catto Y. Mauri yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan dukungannya terhadap pemekaran tiga wilayah di Papua. Selain itu, Pendeta Catto Y. Mauri juga menegaskan NKRI adalah pemberian anugrah Tuhan untuk rakyat Papua.

Berita Terkait : BP Tapera Percepat Pemutakhiran Data Kepesertaan 27,16 Persen Di Kuartal II 2022

"Sebagai seorang hamba Tuhan, Saya ingin katakan satu statemen yang saya bisa bilang dan tidak terbantahkan. Papua di dalam NKRI itu anugrah Tuhan. Itu kita syukuri," jelas Pendeta Catto Y. Mauri yang juga anggota Pemuda Adat Papua ini.

Kepada DPN Pemuda Adat Papua, Mahfud MD menyampaikan pemerintah akan mempercepat proses pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOP) di Papua.

"Karetaker sedang dipikirkan yang penting diundangkan dulu dalam waktu yang tidak terlalu lama, nanti baru Presiden pembentukannya dengan Perpres, itu lebih gampang sudah kita siapkan," ujar Mahfud MD.

Berita Terkait : Syarief Hasan Minta Pemerintah Serius Stabilkan Harga Pangan

Dalam kesempatan ini, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan akan segera menindaklanjuti semua masukan yang diterima dari DPN Pemuda Adat Papua dan menyampaikannya kepada Presiden.

"Semua saya akan sampaikan ke Presiden, lalu kita akan mempercepat. Saya ucapan terimakasih selamat jalan, salam untuk saudara saya di Papua," pungkas Menko Polhukam.

Hadir dalam pertemuan mewakili Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua lainnya yaitu Hironimus Taime (Waketum DPN PAP), Daud Rumaropen (Dewas DPN PAP), Julles Ongge,  (Dewas PAP), Willem Frans Ansanay (Dewas PAP) Dari Kemenko Polhukam juga hadir Sesmenko Polhukam, seluruh Deputi dan beberapa staf Menko Polhukam. [FAQ]