Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sharing Pengalaman, Gus Halim dan Dubes China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pembangunan Desa

Jumat, 3 Juni 2022 08:27 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Mr Lu Kang, di ruang kerjanya, Kamis (2/6). (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Mr Lu Kang, di ruang kerjanya, Kamis (2/6). (Foto: Humas Kemendes PDTT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Mr Lu Kang, di ruang kerjanya, Kamis (2/6).

Pada pertemuan tersebut, keduanya bertukar pengalaman soal pembangunan desa di negara masing-masing. Abdul Halim pun sepakat memperkuat kerja sama dengan China di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, daerah tertinggal, kawasan transmigrasi dan daerah perbatasan.

"Terima kasih atas kehadiran Dubes China dan kita punya satu tujuan yang sama untuk pembangunan desa, daerah tertinggal dan perbatasan," ujar Abdul Halim.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Halim, sapaan akrabnya, jug memaparkan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari beribu-ribu pulau dengan keanekaragaman budaya dan bahasa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan jargon Bhinneka Tunggal Ika.

Berita Terkait : Mendes Dan Dubes China Asyik Ngomongin Desa

Dipaparkannya, Kemendes PDTT bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di 74.961 desa, 150 daerah transmigrasi, 62 daerah tertinggal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itulah Kemendes PDTT harus membangun kolaborasi dengan semua pihak.

"Ini hal yang membanggakan kami, tapi sekaligus ada tantangan yang tidak ringan agar Kebhinekaan ini bisa tetap dipertahankan dan menjadi tugas yang dibebankan ke Kemendes PDTT," tuturnya.

Salah satu upaya percepatan pembangunan desa, menurut Gus Halim, adalah dengan pemanfaatan Dana Desa untuk masyarakat desa. Utamanya dua hal, yaitu untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi lewat BUM Desa dan peningkatan sumber daya manusia.

Gus Halim juga menyinggung dampak Covid-19 yang telah berpengaruh secara global hingga ke level desa. Menurutnya, pandemi memaksa desa-desa untuk bekerja lebih kreatif dan bertransformasi, utamanya di bidang digitalisasi serta teknologi.

Berita Terkait : Lestari: Perlu Komitmen Kuat Terbitkan Aturan Pelaksanaan UU TPKS

Ia mencontohkan keberhasilan desa-desa yang telah memanfaatkan jaringan internet serta memasarkan produk desa secara digital.

"Salah satu hasil kreatifitas desa yaitu Telpon WIFI Koin agar bisa memberi pelayanan terbaik terhadap kebutuhan internet. Ini termasuk nilai positif dari Covid-19 karena warga desa ditekan untuk kreatif dan miliki ide baru," ucap Gus Halim.

Sebagai informasi, pertemuan Dubes Lu Kang dengan Kemendes PDTT adalah dalam rangka meningkatkan kerja sama serta transformasi teknologi di bidang pemberdayaan ekonomi desa dan kemiskinan ekstrem.

Sementara Dubes Lu Kang menuturkan, persoalan kemiskinan ekstrem telah sering dibahas dalam pertemuan antara Indonesia dan China. Salah satu solusi Negeri Tirai Bambu untuk mengatasi kemiskinan adalah lewat teknologi.

Berita Terkait : Irigasi Pertanian Tingkatkan Kesejahteraan Petani Probolinggo

Meski begitu, Dubes Lu Kang menyatakan, pihaknya masih mencari solusi yang baik dengan belajar pada negara lain, termasuk Indonesia.

"Kita harus terus kembangkan kerjasama (bidang pengentasan kemiskinan ekstrem) meski sempat terjeda akibat masa pandemi Covid-19," tutur Dubes Lu Kang.
 Selanjutnya