Dark/Light Mode

Sekarang Cuma Rp 50 Ribu

Tiket Candi Borobudur Untuk Turis Domestik Bakal Dipatok Rp 750 Ribu, Luhut Jelaskan Alasannya...

Minggu, 5 Juni 2022 12:46 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur, Jawa Tengah, Sabtu (4/6). (Foto: Instagram)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur, Jawa Tengah, Sabtu (4/6). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Kemaritiman dan Investasi menegaskan, pemerintah akan memakai konsep sambatan, dalam mengembangkan Candi Borobudur sebagai laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional.

Dalam bahasa Jawa, sambatan berarti gotong royong.

Dia pun menekankan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme single authority agency. Sehingga, Borobudur tak hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas. Tetapi juga destinasi wisata berkualitas.

"Saya juga memastikan penerapan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular sudah mulai diterapkan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Maka dari itu, mulai hari ini akan dilaksanakan uji coba penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Rutenya meliputi Borobudur, Malioboro-Prambanan," kata Luhut melalui akun Instagramnya, Sabtu (4/6).

 

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat uji coba bus listrik sebagai shuttle bus kawasan pariwisata. Dengan rute Borobudur-Malioboro-Prambanan. (Foto: Instagram)

Baca juga : Anggaran Pemulihan Ekonomi Dipatok Rp 356,5 triliun, Ini 6 Fokus Alokasinya

 

Dia menegaskan, penggunaan kendaraan listrik dan energi baru terbarukan (EBT) akan semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam penggunaan energi ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga berencana menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur. Baik untuk turis lokal atau mancanegara.

"Kami juga sepakat dan berencana membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur. Maksimal 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dolar AS (Rp 1,4 juta) untuk wisatawan mancanegara. Sementara turis domestik, Rp 750 ribu. Khusus untuk pelajar, Rp 5.000 saja," papar Luhut.

Sedangkan untuk masuk ke kawasan Candi Borobudur akan tetap mengikuti harga yang sudah berlaku.

Baca juga : Kemendagri Sebut Digitalisasi Bisa Bantu Optimalisasi Pembangunan

"Langkah ini kami lakukan, semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara," ucap Luhut. 

Untuk diketahui, harga tiket Candi Borobudur saat ini, seperti dikutip situs Borobudurpark.com adalah sebagai berikut:

Wisatawan lokal

  • Tiket dewasa Borobudur: Rp 50 ribu
  • Tiket bundling dewasa Borobudur & Samudera Raksa: Rp 65 ribu
  • Tiket anak Borobudur: Rp 25 ribu

 

Foto: Borobudurpark.com

Wisatawan mancanegara

  • Tiket dewasa Borobudur: 25 dolar AS (Rp 350 ribu)
  • Tiket anak Borobudur: 13 dolar AS (Rp 210 ribu)

Baca juga : Menteri Siti: RI Berhasil Turunkan Angka Deforestasi, Sampai Titik Terendah Dalam Sejarah

Semua turis, nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur.

"Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru, sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini. Sehingga, rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh, dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," pungkas Luhut. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.