Dark/Light Mode

Gelang Haji Harus Dipakai, Jangan Cuma Disimpan, Apalagi Buat Tuker-tukeran Kayak Cinderamata

Jumat, 10 Juni 2022 21:15 WIB
Ilustrasi gelang haji (Foto: Istimewa)
Ilustrasi gelang haji (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama membekali jemaah dan petugas haji Indonesia dengan gelang identitas, sejak penyelenggaraan haji tahun 1995.

Gelang identitas ini menjadi ciri khas jemaah dan petugas haji Indonesia. Bahkan, seiring berjalannya waktu, negara-negara lain ikut mewajibkan penggunaan gelang identitas bagi warganya yang berangkat haji.

 “Kami mengimbau seluruh jemaah, agar memakai gelang identitas tersebut. Sejak diterima, sampai kembali ke rumah domisili masing-masing di Tanah Air. Jangan hanya disimpan karena takut hilang,” terang Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Akhmad Fauzin dalam konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (10/6).

"Jangan sampai tertukar dengan siapa pun. Tidak diperbolehkan saling bertukar gelang identitas,” sambungnya.

Fauzin menjelaskan, gelang identitas itu memuat sejumlah informasi penting terkait jemaah dalam enam kolom. Berikut rinciannya:

Baca juga : Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur Jangan Cuma Ditunda, Dibatalkan Saja

1. Kolom pertama, berisi keterangan asal embarkasi dan tahun keberangkatan. Misal, JKS 1443H. Artinya, jemaah asal Embarkasi Jakarta – Bekasi yang berangkat pada tahun 1443 H.

2. Kolom kedua berisi nomor kloter. Misal, tertulis ‘kloter 12’.

3. Kolom ketiga, memuat keterangan Nomor Paspor Jemaah.

4. Kolom keempat, tulisan Jemaah Haji Indonesia dalam Bahasa Arab: al hajjul Indonesiyyi.

5. Kolom kelima berisi nama jemaah/petugas sesuai nama di buku Paspor. Misal, Fulan bin Fulan.

Baca juga : Patuhi Gage, Supaya Nggak Tua Di Jalan Karena Macet-macetan

6. Kolom terakhir berisi Bendera Indonesia (Merah Putih), sekaligus sebagai penanda jemaah atau petugas asal Indonesia.

“Gelang itu terbukti sangat memudahkan berbagai pihak, untuk mengidentifikasi jemaah ketika terpisah. Lupa arah jalan ke pemondokan, dan lain-lain. Jemaah dimohon memahami hal ini,” tegas Fauzin yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag.

Sampai hari kelima pemberangkatan, sebanyak 14.757 jemaah sudah tiba di Madinah.

Untuk pemberangkatan pada hari keenam, ada 8 kloter dari 5 embarkasi, dengan total 3.226 jemaah, dengan data sebagai berikut:

a. JKG: 1 kloter dengan jumlah jemaah dan petugas 393 orang

Baca juga : Hari Susu Sedunia, Frisian Flag Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat

b. JKS: 2 kloter dengan jumlah jemaah dan petugas 820 orang

c. PDG: 1 kloter dengan jumlah jemaah dan petugas 393 orang

d. SOC: 2 kloter dengan jumlah jemaah dan petugas 720 orang

e. SUB: 2 kloter dengan jumlah jemaah dan petugas 900 orang. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.