Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Diingatkan Mahfud MD
Kepala Daerah Waspadai Potensi Sebaran Khilafah
Jumat, 17 Juni 2022 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ide khilafah mulai muncul, meski penyebarannya masih kecil. Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan kepala daerah agar mewaspadai potensi penyebaran paham khilafah untuk mengganti Pancasila.
“Sekarang terasa ada penurunan kesadaran masyarakat tentang ideologi Pancasila. Misalnya neo-komunisme dan ramainya sistem khilafah. Khilafah sebagai sistem pemerintahan sekarang mulai muncul, meski kecil,” ungkap Mahfud dalam Rapat Koordinasi dengan Penjabat (Pj) Kepala Daerah, di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, kemarin.
Baca juga : Bunga Melati Pemalang Warnai Pengembangan Kampung Florikultura
Mahfud mengatakan, tiap warga negara Indonesia boleh menyuarakan aspirasi. Namun, aspirasi yang disalurkan tetap pada koridor yang telah ditentukan. Ideologi dan konstitusi yang telah ditetapkan negara, harus ditaati oleh siapa pun.
“Tak boleh melakukan yang merongrong keutuhan ideologi dan teritori kita,” tegasnya.
Baca juga : Anggota Bawaslu Dukung Puan Maharani Soal Efektivitas Dan Efisiensi Anggaran Pemilu
Selain itu, Mahfud menilai, Pemerintah akan kerepotan bila terus menerus bersikap toleran terhadap perbedaan ideologi. Dia pun berharap, para Pj kepala daerah bisa mengatasi persoalan tersebut. “Ini tugas Anda,” ucap Mahfud.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyatakan, paham khilafah mencuat, salah satunya karena narasi-narasi yang disebarkan. Baik di kelompok pengajian khusus, maupun dalam forum-forum diskusi Agama.
Baca juga : Ke Final, Fajar/Rian Waspadai Serangan Pasangan China
Narasi itu, di antaranya tentang kedzoliman Barat terhadap Islam, kerinduan masa kejayaan Islam, dan kebangkitan Islam.
Dengan asumsi ini, kata Boy, narasi pembentukan khilafah dipandang bukan sebagai sesuatu yang berbahaya bagi orang Islam yang tinggal di Indonesia, karena sudah sering dihadapkan dengan dalil-dalil sistem kepemimpinan menurut Islam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya