Dark/Light Mode

Diingatkan Mahfud MD

Kepala Daerah Waspadai Potensi Sebaran Khilafah

Jumat, 17 Juni 2022 07:50 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Kemko Polhukam RI)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Kemko Polhukam RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ide khilafah mulai muncul, meski penyebarannya masih kecil. Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan kepala daerah agar mewaspadai potensi penyebaran paham khilafah untuk mengganti Pancasila.

“Sekarang terasa ada penurunan kesadaran masyarakat tentang ideologi Pancasila. Misalnya neo-komunisme dan ramainya sistem khilafah. Khilafah sebagai sistem pemerintahan sekarang mulai muncul, meski kecil,” ungkap Mahfud dalam Rapat Koordinasi dengan Penjabat (Pj) Kepala Daerah, di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, kemarin.

Baca juga : Bunga Melati Pemalang Warnai Pengembangan Kampung Florikultura

Mahfud mengatakan, tiap warga negara Indonesia boleh menyuarakan aspirasi. Namun, aspirasi yang disalurkan tetap pada koridor yang telah ditentukan. Ideologi dan konstitusi yang telah ditetapkan negara, harus ditaati oleh siapa pun.

“Tak boleh melakukan yang merongrong keutuhan ideologi dan teritori kita,” tegasnya.

Baca juga : Anggota Bawaslu Dukung Puan Maharani Soal Efektivitas Dan Efisiensi Anggaran Pemilu

Selain itu, Mahfud menilai, Pemerintah akan kerepotan bila terus menerus bersikap toleran terhadap perbedaan ideologi. Dia pun berharap, para Pj kepala daerah bisa mengatasi persoalan tersebut. “Ini tugas Anda,” ucap Mahfud.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyatakan, paham khilafah mencuat, salah satunya karena narasi-narasi yang disebarkan. Baik di kelompok pengajian khusus, maupun dalam forum-forum diskusi Agama.

Baca juga : Ke Final, Fajar/Rian Waspadai Serangan Pasangan China

Narasi itu, di antaranya tentang kedzoliman Barat terhadap Islam, kerinduan masa kejayaan Islam, dan kebangkitan Islam.

Dengan asumsi ini, kata Boy, narasi pembentukan khilafah dipandang bukan sebagai sesuatu yang berbahaya bagi orang Islam yang tinggal di Indonesia, karena sudah sering dihadapkan dengan dalil-dalil sistem kepemimpinan menurut Islam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.