Dark/Light Mode

Buruan Booster, Stok Vaksin Masih Banyak

Sabtu, 18 Juni 2022 07:40 WIB
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. (Foto: Humnas Kemenko Perekonomian)
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. (Foto: Humnas Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Ada dua provinsi yang cakupannya masih rendah, di bawah 70 persen. Keduanya yaitu Papua (33,8 persen), dan Papua Barat (63,7 persen).

Begitu juga untuk vaksinasi dosis dua. Masih perlu diakselerasi di beberapa daerah, karena cakupannya masih di bawah 70 persen

Daerah yang masih rendah capaian dosis keduanya yakni Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Baca juga : Di Pertemuan Covax, Indonesia Dorong Percepatan Vaksinasi Global

Sampai Jumat (17/6) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan, jumlah kasus di Indonesia bertambah 1.220 orang. Sementara di hari sebelumnya, peningkatan kasus positif mencapai 1.173 kasus.

Airlangga kembali mengingatkan, untuk mengantisipasi terjadinya puncak kasus dari dua subvarian virus Corona, diperlukan respons masing-masing daerah. Terutama, akselarasi vaksinasi Covid-19.

Ahli epidemiologi Dicky Budiman sepakat dengan arahan Airlangga untuk vaksinasi di seluruh daerah. Terutama, untuk dosis booster.

Baca juga : Partai Buruh Serukan Stop Politisasi Pancasila

“Dalam hal mitigasi, kita harus percepat atau akselerasi dosis ketiga untuk mencegah penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5,” tuturnya, kemarin.

Bahkan, dosen Griffith University Australia ini menyarankan, kelompok lanjut usia dan yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, diberikan vaksinasi dosis keempat.

“Kita bisa belajar juga dari pengalaman negara-negara yang lebih dulu mengalami lonjakan Covid,” saran Dicky. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.