Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bangun Ruang Pintar, PNM Gaet BPKH Salurkan Investasi Anak Usaha

Sabtu, 14 Mei 2022 11:36 WIB
Foto: Dok. PNM
Foto: Dok. PNM

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meresmikan sarana belajar Ruang Pintar Riadhul At-Taufik di Desa Sukatani, Bandung Barat.

Selain itu, dalam wujud peduli dan bentuk dukungan dalam pemberdayaan masyarakat, PNM juga bekerja sama dengan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), dalam penyaluran investasi pada anak perusahaan PNM, PNM Investment Management (PNM IM) untuk pengembangan usaha mikro dan kecil.

Direktur Operasional PNM Sunar Basuki mengatakan, secara berkelanjutan, PNM membuka Ruang Pintar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ruang Pintar di Desa Sukatani dibuka untuk memfasilitasi anak-anak dari nasabah PNM Mekaar dan masyarakat sekitar untuk belajar atau kegiatan lainnya secara daring.

Berita Terkait : Perbankan Diingatkan Untuk Selektif Salurkan Kredit Ke Perusahaan Batu Bara

Ruang Pintar yang telah dibuka di Desa Sukatani meliputi perpustakaan kecil, paket alat tulis, akses internet, laptop, meja dan kursi, dan proyektor.

Melalui Ruang Pintar yang disediakan selama 6 bulan untuk anak-anak dari nasabah PNM Mekaar dan masyarakat sekitar.

 “PNM berharap ikut berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat prasejahtera yang kesulitan untuk belajar online, khususnya di Desa Sukatani,” ucapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/5).

Berita Terkait : Optimalkan Belanja Pemerintah, Menperin: Ayo Beli Produk Industri Lokal Sebanyaknya

Sunar mengatakan, adanya Ruang Pintar ini, diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran orang tua yang anaknya melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Ruang Pintar juga diharapkan berperan besar dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Selain itu juga mampu meningkatkan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet untuk anak-anak dari nasabah PNM dan warga Desa Sukatani,” katanya.

Sementara itu Ketua BPKH Anggito Abimanyu menyebutkan, BPKH telah menyalurkan investasi pada PNM untuk pengembangan usaha mikro dan kecil sebanyak Rp 885 miliar, dan telah berkomitmen untuk menambah investasi dalam bentuk pembiayaan sindikasi sebesar Rp 500 miliar.

Berita Terkait : Taxi Alsintan Bantu Petani Kembangkan Inovasi Pra Dan Pasca Panen

“Dengan asumsi pembiayaan yang disalurkan kepada setiap nasabah adalah maksimal 10 juta, maka terdapat minimal 138.500 orang ibu-ibu yang telah dan akan menerima manfaat investasi dari BPKH,” ungkapnya.

Sebagai informasi, hingga 13 Mei 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 127 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,9 juta nasabah.

Saat ini PNM memiliki 3.386 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan. [DWI]