Dewan Pers

Dark/Light Mode

Asrorun Niam: Lawan Stunting Melalui Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Dalam Rumah Tangga

Rabu, 22 Juni 2022 23:32 WIB
Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga yang digelar Kemenpora dan Bidang Kepemimpinan MPP ICMI, di Depok. (Foto: Dok. Kemenpora).
Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga yang digelar Kemenpora dan Bidang Kepemimpinan MPP ICMI, di Depok. (Foto: Dok. Kemenpora).

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh mengisi Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga yang digelar atas kerja sama Kemenpora dan Bidang Kepemimpinan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (MPP ICMI), di Depok, Rabu (22/6).

Dalam paparannya, Ni’am menjelaskan, menikah bukan hanya persoalan berkumpulnya laki-laki dan perempuan dalam satu rumah. Akan tetapi, di pernikahan ada tanggung jawab dan kewajiban yang harus dijalankan. Ada peran kepemimpinan juga di dalamnya. Peran kepemimpinan ini tidak hanya dimiliki laki-laki, tapi juga perempuan.

Berita Terkait : UMKM Mampu Penuhi Pesanan Kementerian Dan Lembaga

Dia lalu membahas pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting alias tumbuh kerdil pada anak. “Keluarga harus memenuhi kewajiban mengasuh anak yang tepat agar tidak terjadi stunting serta penelantaran anak,” imbuhnya.

Kata Ni’am, hal ini merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki keluarga. “Bagaimana keberperanan keluarga dalam kehidupan masyarakat harus menjadi pengetahuan dasar bagi para pemuda yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga dan menjadi pemimpin publik hari ini dan masa-masa selanjutnya,” papar Koordinator Bidang yang membawahi Bidang Kepemimpinan dan Kepemudaan MPP ICMI ini.

Berita Terkait : Kebijakan Menteri Erick Menyelamatkan Garuda Dinilai Sudah Tepat

Ketua Umum MPP ICMI Arif Satria yang turut hadir memberikan sambutan serta membuka acara secara resmi. Dia menyampaikan pentingnya pengetahuan dan penguatan leadership bagi para pemuda. Pemuda harus memiliki leadership dengan modal dasar critical thinking, kolaboratif, serta mampu berkomunikasi dengan baik.

“Cara berpikir antara laki-laki dan perempuan yang telah menikah yang berbeda saja mampu menimbulkan keretakan rumah tangga. Apalagi persoalan-persoalan yang mendasar lainnya. Oleh karena itu, kita harus mendorong upaya peningkatan kompetensi para pemimpin muda ini,” kata Rektor IPB ini.

Berita Terkait : Asrorun Niam Tegaskan Pentingnya Pengetahuan Berumah Tangga Bagi Pemuda

Kordinator Pelaksana Kegiatan Kolaborasi ICMI dengan Kemenpora Mustadin Taggala menyampaikan terima kasih kepada Arif dan Ni’am dan segenap pengurus dan Kemenpora atas kesediaan berkolaborasi melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dalam Rumah Tangga (PKPRT) ini.

“Kegiatan yang melibatkan berbagai komponen organisasi Islam antara lain Pemuda ICMI, organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, dan kepelajaran Islam. Ini tentunya belum sempurna, dibutuhkan effort yang lebih dalam memaksimalkan kemanfaatannya. Kapasitas peserta juga yang terbatas di tengah tingginya animo para pemuda menjadi cermin pentingnya kegiatan ini. Ada 200-an pendaftar, yang memenuhi kriteria 113 orang dan hanya 60 orang yang bisa kita libatkan dalam kegiatan yang berlangsung 2 hari ini,” papar Mustadin.■