Dewan Pers

Dark/Light Mode

Selamatkan Lumbung Ternak, Kementan Dan Pemda Kolaborasi Cegah PMK Di NTB

Minggu, 22 Mei 2022 09:02 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah menyerahkan bantuan obat-obatan, vitamin dan alat pengaman diri kepada Dinas Pertanian NTB, Kamis (19/5)/Ist
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah menyerahkan bantuan obat-obatan, vitamin dan alat pengaman diri kepada Dinas Pertanian NTB, Kamis (19/5)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak cepat dalam upaya pencegahan dan penyebarluasan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan lumbung ternak di wilayah Indonesia Timur. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah saat meninjau salah satu kandang di KTT Tunas Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (19/5).

Pada kesempatan tersebut, Nasrullah menyampaikan, saat ini Kementan telah mengirimkan obat-obatan, vitamin dan APD ke beberapa wilyah yang diduga terjangkit PMK, termasuk NTB. 

“Dari hasil kunjungan saya ke sini dapat kita lihat pemberian obat-obatan simptomatis dan suportif ternyata mampu mempercepat penyembuhan ternak yang sakit,” kata Nasrullah. 

“Ini tadi kami dapat laporan yang masuk bahwa di NTB ini tidak ada kematian dan tingkat kesembuhan sapi cukup tinggi yaitu lebih dari 52 persen,” imbuhnya.

Berita Terkait : Kendalikan PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Dan APD Ke Daerah

Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemda NTB menanggulangi ternak yang diduga terinfeksi virus PMK sudah sesuai dengan harapan masyarakat, khususnya peternak.

Untuk itu, Nasrullah menegaskan, sesungguhnya PMK bisa ditangani dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu kuatir dan panik. 

“Dari sekian banyak hewan ternak yang menjadi suspect ternyata sudah mulai membaik. Intinya, dalam menghadapi PMK ini jangan panik,” tutur Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah mengungkapkan, Pemerintah Pusat bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Satgas terus melakukan mitigasi dan antisipasi dalam melakukan pencegahan penyebarluasan virus PMK.

Pemerintah Pusat dan Daerah juga telah melakukan Rapat Koordinasi Teknis di kantor Gubernur NTB yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Perwakilan Polda NTB, Kepala Balai Karantina Pertanian Mataram, Kepala BBVet Denpasar, Perwakilan Pusvetma dan Kepala Dinas yang menangani fungsi peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten/Kota se Pulau Lombok.

Berita Terkait : Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan: DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah Dan TNI-Polri

Dalam Rakor tersebut, Nasrullah menyampaikan, kabupaten/kota yang sudah ada kasus terkonfirmasi PMK agar segera membuat crisis center penanggulangan PMK.

“Data pelaporan kasus harus sama dan buat peta kasus penyakit dengan membuat zonasi untuk pengendaliannya,” ujar Nasrullah.

Menurutnya, ada tiga agenda yang dilakukan Kementan dalam pencehahan menanggulangi PMK yang berlaku secara nasional, yaitu: agenda SOS, melalui pemberlakuan lockdown zona wabah pada tingkat kecamatan/Kabupaten di setiap wilayah, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait SOP Pencegahan dan pengendalian PMK.

"Kami juga menyiapkan agenda, yaitu agenda temporary seperti pengadaan vaksin, vaksinasi dan pembatasan lalu lintas hewan serta produk hewan,” ungkapnya. 

Sedangkan agenda permanen, melalui pembuatan vaksin yang saat ini sedang dikebut oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan, vaksinasi massal dan surveilans secara rutin

Berita Terkait : Sukses Amankan Bawang Merah, Kementan Atur Skema Pengamanan Pasokan 2023

Dia juga mengingatkan agar semua Dinas terus melakukan sosialisasi dan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) ke seluruh masyarakat, bahwa PMK tidak menular ke manusia. Selain itu, daging aman dan dapat dikonsumsi asal diolah dan dimasak dengan matang.

Pihaknya juga sudah membuat Surat Edaran ke semua dinas dan UPT agar melakukan penguatan KIE dan penyebaran konten edukatif berupa flyer/infografis terkait dengan penanganan produk hewan di tengah wabah PMK.

“Kita harapkan konten edukatif yang kami buat dapat diakses oleh masyarakat secara luas, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar bahwa mengkonsumsi produk hewan tetap aman di tengah wabah PMK asal ditangani dengan benar,” tandasnya.

Sementara, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur menyampaikan, dari 1.444 kasus positif pada ternak sapi di wilayahnya, dilaporkan 712 ekor telah sembuh. 

Demikian pula dengan laporan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Tengah yang menyatakan, sebagaian besar ternak yang terjangkit sudah mulai membaik.■