Dark/Light Mode

Bupati Sumedang: Terima Kasih Kementan, Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Dan Buka Lapangan Kerja

Selasa, 5 Juli 2022 19:31 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat panen raya cabe di Sumedang, Jawa Barat/Ist
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat panen raya cabe di Sumedang, Jawa Barat/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertanian adalah sektor unggulan yang banyak membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. 

Hal itu disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menyampaikan sambutan di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada panen cabe di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di Kabupaten Sumedang, sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kontribusinya mencapai 18 persen. Dan yang paling besar adalah industri olahan yang mencapai 20 persen.

Baca juga : Pemprov DKI dan Kementan Kolaborasi Jamin Kestabilan Harga Hewan Kurban Dan Pangan Jelang Idul Adha

"Kami sampaikan terima kasih kepada Kementan (Kementerian Pertanian) yang selalu membantu sektor pertanian di sini. Karena itulah, pertanian menjadi sektor unggulan, dan harus diperhatikan bersama-sama dengan berbagai program dan kebijakan," kata Dony, Sabtu (2/7).

Ada 4 kecamatan di Sumedang sebagai sentra sayur. Yakni, Kecamatan Sukasari, Tanjungsari, Wado dan Pamulihan yang terkonsentrasi di Desa Sukawangi. Ada 9 Poktan yang menanam cabe.

“Mayoritas penduduk Desa Sukawangi bercocok tanam cabe. Luas areal yang ditanami cabe mencapai 260 hektar. Dan panen hari ini dilakukan di Poktan Mukti," ungkapnya.

Baca juga : Perhutani Mau Bubarin Anak Usaha Yang Kere

Lebih lanjut, Dony mengungkapkan dalam satu musim tanam, petani cabe di Sukawangi bisa melakukan sampai 10 kali pemetikan, dengan sekali petik mencapai 6 ton.

Berdasarkan data early warning system (EWS) bulan Juni hingga Juli, ketersediaan cabe baik cabe besar maupun rawit di Kabupaten Sumedang, juga mengalami surplus. 

Produksi cabe besar dan rawit bulan Juni sebanyak 515 ton dan 393 ton, sementara kebutuhan cabe besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton. 

Baca juga : Kunjungan Jokowi Ke Rusia Jadi Peluang Garap Turis Negeri Beruang Merah

Untuk bulan Juli, produksi cabe besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton, sedangkan kebutuhan untuk kedua cabe tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, Sumedang memiliki kemampuan memobilisasi dan menyuplai cabe ke daerah lain yang mengalami defisit.

"Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabenya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit," pungkasnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.