Dewan Pers

Dark/Light Mode

Stabilisasi Harga Migor, Mendag Ajak Dialog Petani Sawit

Sabtu, 9 Juli 2022 20:39 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat berdialog dengan petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Lampung di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (9/7). (Foto: Istimewa)
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat berdialog dengan petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Lampung di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (9/7). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan, program Pemerintah untuk menstabilisasi migor alias minyak goreng juga harus bermanfaat bagi petani sawit.

Untuk itu, ia menyempatkan berdialog dengan petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Lampung di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (9/7).

Dalam sesi dialog, para petani sawit mengutarakan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. Zulhas menegaskan, Pemerintah meminta pelaku usaha membeli TBS paling sedikit seharga Rp 1.600 per kilogram (kg).

Berita Terkait : Lili Pintauli Hadiri G20 Di Bali, Sidang Etik Ditunda Senin Pekan Depan

"Kami berdialog dengan petani sawit mengenai apa saja permasalahan yang ada. Kami juga menyampaikan kepada para petani bahwa pelaku usaha telah diminta membeli TBS paling sedikit di harga Rp 1.600 per kilo,: katanya, usai berdialog dengan petani sawit.

Mendag juga mengatakan, Pemerintah terus berupaya mendorong percepatan ekspor crude palm oil (CPO). Harapannya, tangki CPO segera kosong dan TBS petani kembali diserap.

"Dari hasil diskusi dengan para petani sawit di Lampung, kami mendapat gambaran situasi yang dihadapi petani sawit. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, Kemendag terus mendorong ekspor CPO agar tangki-tangki CPO kembali kosong dan TBS petani dapat diserap kembali. Kami ingin hasil dari sawit ini dirasakan betul manfaatnya, baik oleh petani, pengusaha, dan konsumen," imbuhnya.

Berita Terkait : Ekspor Lambat, Pendapatan Petani Sawit Nyungsep

Saat berdialog, Ketua DPW Apkasindo Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak menyampaikan bahwa para petani sawit mengharapkan solusi Pemerintah untuk membantu menaikkan harga TBS.

"Kami mengharapkan Menteri Perdagangan dapat membantu memperbaiki harga TBS untuk menopang kesejahteraan petani," kata Abdul.

Dalam kunjungan kali ini, Mendag Zulhas juga meninjau Pabrik Kelapa Sawit Bekri milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 7. Mendag mengetahui bahwa saat ini pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit membeli TBS masih di bawah harga TBS minimum yang direkomendasikan pemerintah.

Berita Terkait : DKI Ajak Warga Padamkan Lampu 60 Menit

Untuk itu, ia memastikan akan terus menyosialisasikan kepada para pengusaha untuk membeli TBS di harga Rp 1.600 per kg atau lebih.

Selain meninjau pabrik pengolahan kelapa sawit, Mendag juga menyempatkan diri meninjau pasar murah Minyak Goreng Kemasan Rakyat MINYAKITA di Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan. Total terdapat 7 ribu liter MINYAKITA yang didistribusikan di pasar murah tersebut. ■