Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sri Mulyani: Pembiayaan Penurunan Emisi Karbon Bisa Pakai Sukuk Wakaf

Rabu, 27 Juli 2022 20:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Instagram/smindrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Instagram/smindrawati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi CO2 dengan mendorong transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan. Hal itu ditegaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers G20 Webinar Series: Unlocking Innovative Financing Schemes and Islamic Finance, di Jakarta, Rabu (27/7).

“Kalau kita akan membuat transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan, berarti green energy. Peranan energi itu adalah paling besar kontribusinya untuk menurunkan CO2, namun biayanya juga paling besar. Oleh karena itu, diperlukan aspek untuk mendesain transisi energi yang affordable dan memerhatikan aspek sosial dan ekonomi,” terang Sri Mulyani, seperti keterangan Humas Kemenkeu.

Berita Terkait : Djanur Bangga Banget Bisa Bekuk Persebaya

Sri Mulyani mengungkapkan, berdasarkan Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia akan bisa menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen dengan menggunakan upaya sendiri, atau menurunkan CO2 sebesar 41 persen dengan dukungan dunia.

“Ini merupakan salah satu PR yang terus-menerus kita desain dari sisi pembiayaannya. Dari sisi pembiayaan, instrumen sukuk yang green itu sudah kita introduce sejak 2018. kita bahkan sudah meng-issue lebih dari 3,5 miliar dolar AS menggunakan instrumen green sukuk secara global dan bahkan juga sudah kita introduce di tingkat lokal dan ritel,” ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Berita Terkait : Mentan Pastikan Peningkatan Produksi Gula Nasional Terus Dilakukan

Sri Mulyani menyebutkan, salah satu desain pembiayaan untuk menyelesaikan masalah climate change yaitu bisa melalui pendekatan instrumen pembiayaan berbasis syariah, atau dalam hal ini sukuk wakaf.

Wakaf ini nanti perlu untuk kita terus kembangkan. Karena Bapak Wapres termasuk yang mendorong kita untuk mengembangkan pembiayaan berbasis wakaf. Nanti di dalam forum seperti ikatan ahli ekonomi Islam juga saya minta untuk terus meng-explore berbagai kemungkinan financing-financing yang sifatnya syariah tersebut,” pungkas Sri Mulyani.■