Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Teken MoU Dengan PBNU

Mendag Dorong UMKM Santri Naik Kelas

Kamis, 11 Agustus 2022 10:55 WIB
Mendag Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menandatangani nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan PBNU di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta pada Rabu (10/8). (Foto: Istimewa)
Mendag Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menandatangani nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan PBNU di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta pada Rabu (10/8). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf menandatangani nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan PBNU di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Rabu (10/8).

MoU tersebut terkait sinergi pengembangan dan pemberdayaan ekonomi umat melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Turut hadir mendampingi Sekretaris Jenderal Kemendag dan Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono. "MoU ini merupakan sinergi untuk mengembangkan dan memberdayakan ekonomi umat. Salah satunya, agar UMKM santri naik kelas," ujar Zulhas di Yogyakarta, Rabu (10/8).

Baca juga : Teken MoU Dengan PBNU, Mendag Dorong UMKM Santri Naik Kelas

Dijelaskan Mendag, pada 2021, UMKM berkontribusi dominan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Artinya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian yang perlu didukung dari berbagai lini agar naik kelas demi memperkuat perekonomian Indonesia.

"Dalam mendukung kemajuan UMKM, Kementerian Perdagangan memiliki berbagai fasilitas berupa program pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas SDM, kapasitas bisnis, dan akses pasar UMKM," ungkap Ketua Umum PAN ini.

Adapun beberapa strategi Kemendag untuk memajukan UMKM. Pertama, mendukung percepatan digitalisasi dengan menargetkan seribu pasar dan satu juta pedagang UMKM termasuk warung pangan di seluruh Indonesia.

Baca juga : BNPT Berkomitmen Kembangkan Kualitas Dan Kuantitas KTN

Kedua, menyediakan ruang usaha dan/atau ruang promosi untuk pemasaran produk dalam negeri, paling sedikit 30 persen dari luas area pusat perbelanjaan. Ketiga, mendukung target program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) sehingga banyak UMKM bergabung platform digital.

Sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas, Kemendag juga memfasilitasi pelaku UMKM melalui berbagai program. Antara lain bimbingan teknis pengembangan dan desain produk, pelatihan, serta pendampingan untuk menjadi UKM ekspor; percepatan akses pasar melalui berbagai kegiatan promosi di dalam negeri dan luar negeri baik secara daring di lokapasar maupun secara luring; serta bantuan sarana perdagangan berupa perbaikan warung kelontong dan pesantren mart.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf meyakini, nota kesepahaman tersebut cukup menarik dan dapat segera diwujudkan.

Baca juga : Kemendes Sabet 2 Penghargaan Bidang Kepegawaian Dari BKN

"Dengan memotong rantai distribusi, UMKM santri dapat tumbuh, bahkan memperluas akses pasar," pungkas Staquf. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.