Dewan Pers

Dark/Light Mode

Respon Kasus Amoral Oknum, Wamenag Ajak Masyarakat Kawal Reputasi Pesantren

Rabu, 31 Agustus 2022 15:48 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengaku prihatin dengan adanya kasus amoral yang terjadi dan dilakukan segelintir oknum pesantren.

Menurutnya, hal itu sangat mengganggu reputasi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah banyak berkontribusi sejak perjuangan kemerdekaan bangsa hingga sekarang.

Menurut Zainud, pesantren telah melahirkan generasi yang siap berkiprah di berbagai medan. Pesantren juga menjadi role model integrasi pendidikan agama dan ilmu pengetahuan umum.

Berita Terkait : Wamenag Ajak Publik Kawal Reputasi Pesantren

"Peran strategis pesantren tentu harus terus kita jaga, termasuk dari hal-hal yang mencoreng citra pesantren. Beberapa waktu terakhir kita menyaksikan pemberitaan tentang perilaku amoral oknum pesantren. Tindakan amoral tersebut sangat mengganggu reputasi pesantren," tegasnya.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Workshop Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Pondok Pesantren di Jakarta, Rabu (31/8).

Workshop ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hadir, Ketua Dewan Pimpinan MUI, Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI, dan para Pimpinan Ormas Islam.

Berita Terkait : Gus Halim : Jadikan Masjid Sebagai Pusat Aktivitas Masyarakat Desa

"Kita semua berkepentingan untuk menjaga marwah pesantren sebagai kiblat pendidikan di Indonesia," sambung Zainud.

Kementerian Agama, kata dia, telah mengambil.langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tak terulang. Namun, langkah Kemenag juga membutuhkan dukungan masyarakat.

"Partisipasi publik dalam mengawal kebijakan kami, menjadi poin penting tercapainya tujuan penguatan pesantren," tegasnya.

Berita Terkait : Pecahkan Rekor MURI, Menpora Ajak Masyarakat Bugar Melalui SKJ

Wamenag mengapresiasi inisiatif MUI menggelar Workshop Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Pondok Pesantren. Hal itu sejalan dengan upaya preventif yang juga sedang disiapkan Kementerian Agama.
 Selanjutnya