Dark/Light Mode

Bukti Negara Hadir

BNPT Gelar Forsitas Dengan 76 Penyintas Terorisme Di Sulteng

Rabu, 14 September 2022 19:41 WIB
Foto: Humas BNPT.
Foto: Humas BNPT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Forum silaturahmi Penyintas (Forsitas) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun anggaran 2022.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 76 orang penyintas yang berasal dari Poso, Tentena dan Palu. Forsitas menjadi salah satu wadah penyambung tali silaturahmi antara para penyintas, BNPT, dan juga lembaga-lembaga terkait yang ikut berperan dalam upaya mensejahterakan penyintas.

"Dengan kita mempererat hubungan kita di Forsitas ini juga bantuan-bantuan yang diberikan ataupun yang menjadi hak dari penyintas bisa dikoordinasikan terus sehingga para penyintas dan keluarga yang memang di dalam Undang-Undang yang berhak menerima bantuan tersebut bisa tetap kami jalankan. BNPT dalam melayani penyintas bisa dipelihara keberlanjutannya," tutur Direktur Perlindungan BNPT RI Brigjen Imam Margono.

Baca juga : Pengamat Dukung BNPT Berdayakan Seluruh Potensi Cegah Terorisme

Hal ini disampaikannya ketika menutup acara Forum Silaturahmi Penyintas Provinsi Sulawesi Tengah di Best Western Plus Coco Palu, Sulawesi Tengah pada Rabu (14/9).

BNPT dalam hal ini, diberikan mandat khusus sebagai koordinator dalam bidang pemulihan korban tindak pidana terorisme.

Mandat yang dimaksud adalah untuk mengkoordinasikan dengan kementerian lembaga maupun stakeholder terkait dalam untuk memberikan sumbangsih dalam program pemulihan korban sebagai bentuk representasi bahwa negara hadir bagi seluruh warga negaranya.

Baca juga : Sahabat Sandi Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Dengan Pakan Mandiri Di Majalengka

"Korban merupakan tanggung jawab negara, dimana bentuk tanggung jawab negara dimaksud berupa bantuan medis, rehabilitasi psikososial, psikologis, santunan bagi keluarga dalam hal korban yang meninggal dunia, serta kompensasi," bebernya. 

Direktur Perlindungan BNPT juga memotivasi semua pihak dalam memperhatikan keberadaan para penyintas. Karena penyintas memiliki potensi-potensi positif di lingkungannya.

Dia pun mengajak semua pihak bersama-sama bersatu untuk saling mendukung, saling memberi semangat dan mari bangkit bersama.

Baca juga : Kepala BNPT: 10 Tahun Terakhir, Peran Perempuan Dalam Terorisme Meningkat

"Apa yang kita perlukan dalam menghadapi potensi ancaman tersebut tidak lain adalah kebersamaan. Ketika bangsa ini kuat, ketika masyarakat berani dan seluruh komponen bangsa bersatu menjadikan terorisme sebagai musuh bersama maka kedamaian akan terjadi," tutup Imam Margono.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.