Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Salwa Dzanur Royana, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Smart Parking Area
Selasa, 3 Januari 2023 19:15 WIB
“Smart Parking Area: Wireless Charging Mobil Listrik pada Area Parkir dengan Sumber Listrik yang Memanfaatkan Getaran Kendaraan di Jalan Raya sebagai Upaya Mewujudkan Net Zero Emission”
Mobil listrik sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat diberbagai bagian wilayah. Mobil listrik hadir sebagai jawaban atas keresahan tentang semakin menipisnya bahan bakar fosil. Pada umumnya, kendaraan menggunakan sumber energi berupa bahan bakar minyak. Minyak dalam bumi apabila dipakai secara terus-menerus akan habis sehingga tidak ada lagi yang dapat digunakan.
Selain itu, penggunaan energi fosil khususnya bahan bakar minyak dapat menghadirkan dampak buruk terhadap lingkungan. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil merupakan factor terbesar terjadinya asap, pemanasan global dan perubahan iklim pada lingkungan (Astra, 2010). Oleh karena itu, para stakeholder memberikan keputusan untuk meluncurkan dan mulai memasarkan kendaraan listrik sebagai upaya untuk menghemat bahan bakar fosil dan juga untuk menjaga agar lingkungan senantiasa bersih dari pencemaran.
Baca juga : Perhatikan Seluruh Aspek Keselamatan
Permasalahan tidak berhenti saja sampai disini. Ketika semua masyarakat memilih untuk menggunakan mobil listrik maka kebutuhan listrik tentu akan semakin meningkat. Sayangnya, listrik yang dipakai di Indonesia saat ini Sebagian besar bersumber dari energi bahan bakar fosil. Lagi-lagi permasalahan belum terselesaikan bahkan malah menghadirkan permasalah baru yang harus ditangani. Jika pemerintah memutuskan untuk memasarkan mobil listrik dan menyosialisasikan agar seluruh masyarakat beralih pada mobil listrik dengan harapan dapat menghemat energi tak terbarukan, akan tetapi yang terjadi permasalahan baru muncul akibat solusi atas permasalahan lain.
Mobil listrik adalah inovasi transportasi yang sudah lama digagas. Inovasi ini pertama kali muncul pada tahun 1832 oleh Robert Andersor yang berasal dari Inggris yang mengembangkan mobil dengan roda tiga yang menggunakan baterai listrik. Temuan ini yang dicatat sebagai mobil bertenaga listrik pertama. Konsumsi listrik dari mobil listrik sendiri dengan kapasitas baterai 16 kWh dengan jalan datar tanpa menyalakan AC dapat menempuh jarak 160km dalam sekali pengecasan. Akan tetapi, jika jalan menanjak dan AC dinyalakan maka jarak tempuh mobil listrik dalam sekali pengecasan semakin berkurang. Pada kondisi baterai 98% dapat menempuh perjalanan sejauh 44,8 km selama 66 menit (Dwi & Dawami, 2020). Proses pengisian baterainya sendiri membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai penuh.
Dari permasalahan-permasalahan yang telah dipaparkan, oleh karena itu, hadirlah inovasi yaitu pemanfaatan tempat-tempat yang umumnya digunakan untuk parkir mobil listrik berupa charger wireless di dasar permukaan tempat parkir sehingga saat mobil terparkir di tempat umum maka dengan waktu yang bersamaan mobil listrik akan terisi (pengecasan) dengan memanfaatkan sumber energi listrik dari getaran. Wireless charging adalah sistem pengisian mobil listrik tanpa melibatkan kabel yang berhubungan langsung dengan system kendaraan. Prinsip pengisian daya menggunakan system wireless charging pada mobil listrik sama dengan prinsip kerja transformator.
Baca juga : Setjen MPR Ajak Mahasiswa Pegang Teguh Empat Pilar
Pengisian daya dengan prinsip wireless charging memiliki dua sisi yaitu sisi pemancar (transmitter) dan sisi penerima (receiver). Terdapat juga belitan (koil) pemancar dan belitan penerima. Transmitter dipasang di bawah tanah sedangkan receiver dipasang di bawah kendaraan. Wireless charging mobil listrik mengubah parameter arus bolak-balik (AC) dari frekuensi rendah menjadi frekuensi yang tinggi. Setelah AC memiliki frekuensi tinggi, selanjutnya daya tersebut ke belitan (koil) pemancar, kemudian berbentuk medan magnet bolak-balik. Medan ini kemudian menginduksi belitan (koil) penerima sehingga muncul tegangan pada belitan penerima. Tegangan inilah yang dipakai untuk mengisi daya pada baterai kendaraan (Kiranmai Momidi, 2019).
Sumber listrik untuk pengisian daya mobil listrik memanfaatkan energi dari getaran yang ditimbulkan di jalan raya. Getaran tersebut akan dikonversikan menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk mengisi daya pada mobil listrik. Pemanenan energi dari getaran dapat menggunakan material piezoelektrik yang dapat menghasilkan listrik Ketika mengalami defleksi. Pemanfaatan piezoelektrik dapat didesain pada polisi tidur dengan system kantilever (Mowaviq et al., 2019). Sistem kantilever piezoelektrik merupakan system dengan cara menjepit salah satu ujung piezoelektrik. Jika ujung bebas piezoelektrik diberi gaya, terjadi getaran dan piezoelektrik akan bergerak naik turun (Kasum et al., 2018). Terbangkitkannya energi listrik pada piezoelektrik akibat dari adanya tekanan mekanik yang disebut dengan efek piezoelektrik. Efek piezoelektrik terbagi menjadi dua, yaitu yang secara langsung mengubah tekanan menjadi listrik dan mengubah bentuk bahan piezoelektrik dengan memberikan tegangan listrik (Mowaviq et al., 2019). Listrik yang dihasilkan kemudian akan disimpan.
Power supply yang berisi energi listrik berasal dari konversi energi getaran. Getaran didapatkan dari rancangan polisi tidur pada jalan raya oleh kendaraan yang berlalu lalang. Wireless power akan dipasang di tempat parkir pada beberapa titik sehingga Ketika mobil diam (berhenti), baterai mobil dapat terisi. Dengan adanya inovasi ini tentu akan menjadi solusi atas permasalahan yang telah dipaparkan. Banyaknya tempat yang dapat dijadikan sebagai sumber pengisian daya untuk mobil listrik tentu akan mendorong masyarakat untuk tidak perlu meresahkan kebingungan untuk mencari tempat dan efisiensi pengisian daya pada mobil listrik, selain itu, sumber energi listrik yang memanfaatkan getaran tentu akan mengurangi gas emisi dan juga akan menghemat sumber energi listrik tak terbarukan.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya