Dark/Light Mode

Cegah Stunting Di Tingkat Desa

Sebelum Pake USG, Cek Hamil Cuma Diraba-raba

Sabtu, 14 Januari 2023 07:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja ke Desa Labuhan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/1/2023). (Foto: Kemenko PMK)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja ke Desa Labuhan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/1/2023). (Foto: Kemenko PMK)

 Sebelumnya 
Usai meninjau Puskesmas, eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini melanjutkan kunjungan ke De­sa Labuhan Sumbawa, untuk mengecek masalah kemiskinan ekstrem dan stunting.

Berdasarkan data, jumlah penduduk miskin ekstrem Ka­bupaten Sumbawa sebanyak 15.370 jiwa atau 3,20 persen (BPS, 2022).

Sementara prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa sebesar 29,7 persen atau 12.765 balita (Data SSGI, 2021).

Baca juga : Dinkes Waspadai Pasien Bergejala Hepatitis

Muhadjir menerangkan, Presiden Jokowi telah menargetkan masalah kemiskinan ekstrem nasional di tahun 2024 entas menjadi 0 persen, dan masalah stunting turun menjadi 14 persen.

Menurutnya, permasalahan kemiskinan ekstrem dan stunt­ing beririsan. Penyebab stunting dilatarbelakangi oleh fenom­ena kemiskinan ekstrem seperti kendala dalam mengakses ke­butuhan dasar, akses air bersih, fasilitas sanitasi dan lainnya.

“Saya sampaikan, stunting ini 60 persen beririsan dengan keluarga miskin ekstrem,” tutur Muhadjir.

Baca juga : Semoga Santunan Kematian Para Nakes Segera Cair

Karena itu, menurut dia, untuk menyelesaikan masalah ke­miskinan ekstrem dan stunting harus dikeroyok bersamaan.

Muhadjir memaparkan, Pemerintah melakukan upaya serius dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan.

Baca juga : HNW Beri Program Tambahan Makanan Untuk Posyandu

Sementara intervensi gizi sen­sitif, yakni intervensi pendukung untuk mempercepat penurunan stunting, seperti penyediaan air bersih, MCK, dan fasilitas sanitasi.

“Terutama untuk intervensi sensitif melibatkan kementerian lain. Sedangkan untuk intervensi spesifik dari Kementerian Kesehatan. Itu harus dikoordinasi­kan,” tandasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.