Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Aksi Teror Serupa Astana Anyar, BNPT Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat Kota Bandung
Jumat, 17 Maret 2023 13:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Terorisme masih menjadi ancaman yang serius dan nyata bagi masyarakat di berbagai daerah. Kejadian bom bunuh diri yang terjadi di mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung Jawa Barat menjadi bukti masih adanya gerakan radikal teror di sekitar masyarakat.
Padahal, masyarakat Pasundan terkenal akan konsep guyub rukun. Guna mencegah kejadian serupa dan memastikan peran aktif seluruh elemen masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya terorisme.
Hal ini sesuai Undang-undang nomor 5 tahun 2018 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT) melaksanakan Kesiapsiagaan Nasional yang dilaksanakan di Hotel GH Universal Bandung, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (16/3).
Baca juga : Literasi Baik, Kesejahteraan Masyarakat Meningkatkan
“Kami hadir mengadakan dialog kebangsaan. Membangun kesadaran masyarakat akan ancaman terorisme. Masyarakat menjadi mitra kita dalam mengupayakan kesiapsiagaan Nasional yang diamanatkan undang undang Nomor 5 tahun 2018,” jelas Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.
BNPT memiliki tanggung jawab dalam mengolaborasikan berbagai peran elemen masyarakat dalam mencegah aksi teror di Tanah Air.
Nantinya, setiap elemen masyarakat diharapkan mampu turut menyebarkan pemahaman-pemahaman yang memperkuat imunitas terhadap virus radikalisme.
Baca juga : Atasi Persoalan Sampah, KLHK Ajak Masyarakat Bikin Kompos Mandiri
"Kita menyertakan seluruh elemen masyarakat, sehingga seluruh elemen dapat ikut menyebarkan pemahaman-pemahaman yang baik. Harapannya, masyarakat tidak mudah terpengaruh ideologi yang berbasis kebencian dan semangat permusuhan," tambah Boy Rafli.
Acara Kesiapsiagaan Nasional di kota Bandung ini melibatkan sekitar 200 orang masyarakat yang terdiri dari beragam unsur, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, anggota Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Barat hingga perwakilan mahasiswa.
Setiap unsur masyarakat memiliki peran penting di dalam mencegah aksi terorisme. Berbagai elemen, juga turut berperan dalam pencegahan aksi teror.
Baca juga : Melalui Program BUMN, Erick Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga Pekerja Di Banyuwangi
Seperti, lembaga pendidikan diharapkan mampu menanamkan pemahaman sejak dini bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan.
"Kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat harus menjadi teladan toleransi, sementara eksekutif, legislatif dan yudikatif harus melakukan penguatan regulasi," kata Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen Ibnu Suhaendra.
Dalam kesempatan ini, digelar pula Dialog bertajuk "Meningkatkan Peran Serta Seluruh Elemen Masyarakat Dalam Antisipasi Radikal Terorisme" yang melibatkan Budayawan dan Seniman Kota Bandung, Dimas Syailendra Ranadireksa, Sekjen Ikatan Sarjana NU, Muhammad Kholid Syeirazi, dan mitra deradikalisasi BNPT, Nasir Abbas. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya