Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Belum Terima Informasi Soal OTT KPK
Kemenhub Pastikan Dukung Upaya Pemberantasan Korupsi
Selasa, 11 April 2023 21:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan belum menerima informasi resmi soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Semarang, Jawa Tengah.
Salah satu yang diamankan dalam operasi senyap itu, adalah pejabat Balai Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Jateng.
"Hingga malam ini, Selasa (11/4), kami belum mendapat informasi resmi mengenai hal ini dari KPK maupun pihak lainnya," ujar Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam siaran pers, Selasa (11/4).
Baca juga : Dirjen Imigrasi Pastikan Kelancaran Layanan Pembuatan Paspor Mendesak
Karena itu, Kemenhub belum menentukan langkah untuk menyikapi penangkapan tersebut.
"Kami masih menunggu pernyataan resmi dari KPK untuk melakukan langkah selanjutnya," tuturnya.
Adita memastikan, Kemenhub mendukung berbagai upaya untuk memberantas korupsi dan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam hal ini.
Baca juga : Kementerian ESDM Pastikan Tak Ada Kebocoran Dokumen Penyelidikan Korupsi Tukin
"Jika ada perkembangan informasi lebih lanjut terkait hal ini, akan segera kami sampaikan selanjutnya kepada rekan-rekan media," tandas Adita.
Sebelumnya, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengungkapkan, tim komisi antirasuah mengamankan pejabat DJKA Jateng dalam operasi senyap di Semarang.
"Ada beberapa yang ditangkap, di antaranya pejabat balai DJKA Jateng, pejabat pembuat komitmen/PPK proyek pekerjaan perkeretaapian dan pihak swasta," ungkap Ali, Selasa (11/4).
Baca juga : KPK: Tuduhan Itu Upaya Ganggu Pemberantasan Korupsi
Informasi yang diterima, salah satu yang diamankan adalah Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang Putu Sumarjaya. OTT ini sendiri, disebut terkait suap track out/jalur kereta api Tegal.
Saat ini, pihak-pihak yang ditangkap masih didalami keterangannya. KPK segera menentukan status para pihak yang diamankan setelah 1x24 jam. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya