Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Kemlu Pulangkan 9 Korban TPPO Online Scamming Dari Yangon, Myanmar

Sabtu, 5 Agustus 2023 14:45 WIB
Sembilan korban TPPO online scamming di Yangon, Myanmar telah kembali ke Tanah Air, Jumat (4/8). (Foto: Kemlu)
Sembilan korban TPPO online scamming di Yangon, Myanmar telah kembali ke Tanah Air, Jumat (4/8). (Foto: Kemlu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah memulangkan sembilan WNI yang terindikasi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Yangon, Myanmar ke Indonesia, pada Jumat (4/8), didampingi Chargée D'affaires KBRI Yangon.

Sembilan WNI itu terdiri dari 2 wanita, 7 laki-laki. Berdasarkan daerah asalnya, 3 orang berasal dari Sumatera Utara, 2 dari Jawa Tengah, 1 dari Banten, 1 dari Nusa Tenggara Barat (NTB), 1 orang dari Bali, dan 1 dari Jawa Barat.

Sembilan WNI tersebut dieksploitasi oleh perusahaan yang mengoperasikan online scamming di wilayah konflik di Myawaddy, Myanmar.

Baca juga : Rieke Kawal Pemulangan PMI Korban Dugaan TPPO Dari Suriah

Berkat koordinasi dengan otoritas setempat, sembilan WNI tersebut berhasil keluar dari perusahaan. Mereka ditampung di Kantor Kepolisian Myawaddy, sembari menjalani proses pemeriksaan.

Dalam perkembangannya, sembilan WNI tersebut dipindahkan dari Kantor Kepolisian Myawaddy ke Yangon, setelah menyelesaikan proses asesmen.

KBRI Yangon memberikan fasilitas penampungan, selama mereka menunggu jadwal pemulangan.

Baca juga : Kemlu: Tak Ada Korban WNI Dalam Musibah Banjir Dan Longsor Korsel

Sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing, sembilan WNI tersebut akan ditampung di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus Kementerian Sosial, untuk menjalani proses rehabilitasi.

KBRI Yangon senantiasa berupaya menangani seluruh pengaduan yang masuk, di tengah keterbatasan informasi dan sensitivitas politik di Myanmar.

Pemerintah RI senantiasa mengimbau masyarakat Indonesia, agar berhati-hati dalam menerima tawaran kerja, yang berujung jebakan eksploitasi perusahaan online scamming.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.