Dark/Light Mode

KTT ASEAN Dan Pencemaran Udara Ibu Kota

Menkes Siapkan Jurus Untuk Handle Penyakit Akibat Polusi

Selasa, 5 September 2023 08:00 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutan dalam hari kedua ASEAN Investment Forum di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (3/9/2023). (ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Aditya Pradana Putra/pras)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutan dalam hari kedua ASEAN Investment Forum di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (3/9/2023). (ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Aditya Pradana Putra/pras)

 Sebelumnya 
Bagaimana menghandle agar tidak terus terjadi kenaikan pasien yang sakit akibat polusi udara? Apakah ada mekanisme pencegahan dan penanganannya di tingkat puskemas hingga rumah sakit?

Baca juga : Menkes Siapkan Jurus Melawan Polusi Udara

Penyakit pernapasan akibat polusi yaitu ISPA, Asma, peneumonia dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) akan menjadi perhatian penting Kemenkes. Sehingga, tata laksananya adalah dengan menyiapkan layanan tenaga medis dan fasilitas penunjangnya. Di Puskesmas, akan disiapkan aspirator dan saturasi oksigen untuk menangani penyakit yang sifatnya ringan. Sedangkan di rumah sakit, dibutuhkan alat rontgen untuk menentukan mengobatan penyakit pernapasan yang sifatnya berat.

Baca juga : Tekan Polusi Udara Di Ibu Kota, Ini Jurus Industri Otomotif

Menurut Menkes, Rumah Sakit Persahabatan telah disiagakan sebagai koordinator respiratory disease atau pusat respirasi nasional. Harapannya, nanti seluruh Puskesmas dan rumah sakit, terutama di Jabodetabek, bisa dididik untuk menghandle penyakit terkait saluran pernapasan akibat polusi. Sehingga, kalau ada pasien, bisa di-diagnosa dan di-treatment dengan standar yang sama.

Baca juga : 10 Ribu Warga Diduga Meninggal Akibat Polusi

Selain upaya menurunkan risiko dan dampak kesehatannya, Kemenkes juga ditugasi ikut dalam pemantauan kualitas udara lingkungan. Dalam kaitan ini, pihaknya akan melengkapi fasilitas kesehatan dengan AQMS atau air quality monitoring system, dan alat lainnya untuk di laboratorium pemantauan kualitas udara. Alat-alat yang sudah ada antara lain HVAS (high volume air sampler) untuk pengambilan sampel dan deteksi kadar PM 2,5 dan alat GCMS (gas chromotography mass spectrometry) untuk mengidentifikasi berat molekul senyawa polutan PM 2,5. Kedua alat ini tersedia di Jakarta dari UPT Labkesmas Tier 4 Kemenkes, akan diperluas ke seluruh Labkesda Provinsi. Alat lainnya yaitu berbasis infra red, XFR (x-ray fluoresence) yang bisa mengidentifikasi bentuk molekul senyawa polutan PM 2,5 dan alat FTIR (fourier transform infra red) yang bisa mengidentifikasi ikatan kimia polutan PM 2,5.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.