Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Buka Rakornis Perwakilan Dagang
Mendag Pesan, Kerek Ekspor Nonmigas Dengan Inisiatif Dan Kreativitas
Jumat, 22 September 2023 13:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta para Perwakilan Perdagangan (Perwadag) di luar negeri meningkatkan nilai ekspor nonmigas Indonesia dengan mencari cara, inisiatif, serta kreativitas baru.
Hal ini penting dilakukan di tengah pelambatan ekonomi global yang berpengaruh pada kinerja ekspor Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Mendag dalam arahannya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perwakilan Perdagangan di Luar Negeri secara virtual.
Rakornis Perwadag di Luar Negeri berlangsung di Den Haag, Belanda, 20-22 September 2023.
Hadir dalam acara tersebut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas dan Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto.
"Saya minta kepada para Perwadag untuk memulai cara-cara baru yang kreatif dan mengambil inisiatif baru agar ekspor nonmigas kita bisa meningkat dengan mengembangkan pasar-pasar non tradisional baru seperti India, Pakistan, Bangladesh, hingga negara-negara di kawasan Timur Tengah, bahkan Afrika yang populasinya mencapai 1,4 miliar jiwa," pinta pria yang akrab disapa Zulhas itu, Kamis (21/9/2023).
Ia menjelaskan, ekonomi Indonesia diproyeksi tumbuh 5,17 persen. Ekspor Indonesia masih surplus, tetapi terjadi penurunan, meskipun impor Indonesia juga menurun.
Baca juga : Buka Bazar Murah, Ibas Berharap Jadi Ajang Lestarikan Kreativitas Dan Budaya
Hal ini disebabkan pelambatan ekonomi dunia yang diperkirakan tumbuh 3,27 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,2 sampai 5,5 persen. Namun, hal ini tergantung pada peran dan kinerja Perwadag. Saya minta saudara-saudara untuk bekerja keras habis-habisan, mati-matian agar ekspor nonmigas kita tidak turun, bahkan lebih," imbaunya.
Selain itu, lanjut Zulhas berharap, para Perwadag dapat melakukan komunikasi dengan baik dengan Uni Eropa.
"Perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa hanya satu per tiga dibandingkan Vietnam dan Thailand. Namun, banyak masalah yang tidak produktif. Untuk itu, diperlukan komunikasi yang baik dengan Uni Eropa," terangnya.
Mendag Zulhas juga mendorong Perwadag dan Duta Besar di Eropa untuk membantu penyelesaian perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan penghapusan kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) atau Undang-Undang Anti Deforestasi.
“Kinerja Perwadag diharapkan untuk terus mampu meningkatkan ekspor nonmigas. Jadilah duta-duta merah putih yang tangguh di mana pun saudara ditugaskan,” pesan Ketua Umum PAN itu.
Zulhas juga berharap, kerja keras para Perwadag untuk menyukseskan gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 yang akan berlangsung Oktober mendatang.
Baca juga : Perkuat Industri Perikanan, KSP Dorong Pembangunan Sistem Rantai Pendingin
"Saya berharap Saudara-saudara bekerja keras untuk mengajak buyers sebanyak-banyaknya datang ke Tanah Air agar TEI tahun ini lebih besar transaksinya," harap Zulhas.
Dubes Mayerfas mengatakan, sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan ekspor, KBRI di Den Haag akan meresmikan Indonesia House of Amsterdam dalam waktu dekat.
"Indonesia House of Amsterdam akan menjadi pusat promosi dagang dan investasi Indonesia untuk Belanda dan kawasan Eropa," cetusnya.
Terlebih, jaringan diaspora terbesar di dunia ada di Belanda. Dari 1,7 juta diaspora Indonesia di Belanda, hampir 1.000 orang adalah pelaku usaha.
Saat ini, terdapat Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda dengan anggotanya mencapai 600 orang.
"Diaspora Indonesia diharapkan dapat mengimpor, memasarkan, sekaligus mendistribusikan produk-produk Indonesia di Belanda dan kawasan Eropa, mengambil porsi dari para importir Belanda dan Eropa," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto menyampaikan, Rakornis ini merupakan Rapat Koordinasi yang pertama kali dilaksanakan pasca-pandemi Covid-19.
Baca juga : Surplus Neraca Perdagangan Nanjak, Berkat Ekspor Non Migas Berbasis SDA
Rakornis ini juga sebagai sarana konsolidasi Perwadag di luar negeri dalam rangka peningkatan kinerja ekspor sebagai respons terhadap perkembangan kinerja perdagangan luar negeri Indonesia.
Suhanto menjelaskan, saat ini ekspor Indonesia mengalami penurunan walaupun masih tetap surplus.
Namun Kemendag sebagai ujung tombak peningkatan ekspor nonmigas, mengantisipasi lebih dini sehingga mengumpulkan Perwadag di Luar Negeri untuk meningkatkan kinerja ekspor.
"Melalui Rakornis ini, diharapkan dapat dihasilkan output yang bermanfaat untuk meningkatkan ekspor," harap Suhanto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya