Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BKS Siap Perpanjang Landasan Pacu Bandara Rendani, Manokwari
Jumat, 27 September 2019 10:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) menegaskan komitmennya untuk memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Rendani di Manokwari, Papua Barat.
Hal tersebut disampaikan BKS, usai memimpin rapat koordinasi pembahasan tentang progres pembangunan sarana dan prasarana transportasi di Manokwari dan wilayah Papua Barat, bersama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan UPT Perhubungan se-Papua Barat di Hotel Aston Niu Manokwari, Kamis (26/7) malam.
“Secara khusus, saya menyampaikan apa yang sedang dilakukan di Bandara Rendani. Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah memberikan support untuk pengadaan tanah dan pembuatan tiang pancang. Insya Allah, kami bisa menambah runway sepanjang 300 meter untuk Rendani, yang diharapkan selesai pada akhir 2020," tutur BKS.
Baca juga : Petani Banyuwangi Gunakan Bahan Pengendali Hama Alami
"Kami juga akan mengupayakan ada perbaikan di terminal. Terkait hal itu, kita harus melakukan evaluasi besaran-besaran,” imbuhnya.
Saat ini, Bandara Rendani memiliki panjang runway sekitar 2.000 x 45 meter. Perpanjangan landasan pacu ini bertujuan agar Bandara Rendani bisa didarati pesawat-pesawat jet, dengan ukuran yang lebih besar. Sehingga, bisa meningkatkan ekonomi wilayah Manokwari dan Papua Barat secara umum.
BKS menambahkan, Kemenhub sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Ada empat proyek perhubungan yang dibahas cukup detail dalam rapat tersebut. Yaitu, empat bandara yang kini dalam proses pembangunan yakni Bandara Rendani Manokwari, Bandara Waisai Teluk Wondama Fakfak, Bandara Utarom Kaimana dan Bandara Nabire.
Baca juga : UU Sistem Budi Daya Pertanian Tingkatkan Peran Petani dalam Pembangunan
Sejauh ini, koordinasi berjalan baik dan Kemenhub secara konsisten akan mengucurkan dana dalam periode 2019-2021. Anggaran tersebut harus dikoordinasikan, mengingat proses pengadaan tanah dilakukan oleh Pemda.
“Kami mengundang Pak Gubernur dan Bupati. Saya minta ada suatu proposal yang lebih lengkap, baik itu pembebasan tanah atau pun rencana anggaran. Supaya tanggal 14 Oktober nanti, kita bisa finalkan semua proyek ini untuk dikerjakan pada tahun 2019 ataupun 2020. Mengingat kita sedang mengatur anggaran 2020 itu secara lebih pasti, kami sangat berharap empat bandara itu bisa kita diselesaikan,” terang BKS.
Hal lain yang turut dibahas dalam rapat tersebut adalah jumlah penerbangan dari dan menuju bandara Rendani Manokwari, yang dirasa masih kurang. BKS berjanji, hal ini akan ia bahas bersama antara Kemenhub, Pemda dan maskapai.
Baca juga : Pertamina Kembangkan UMKM Di Bantaran Sungai Surabaya
“Tadi, banyak diinformasikan berkaitan dengan penerbangan-penerbangan yang kurang, sehingga harus transfer di kota-kota lain. Oleh karenanya, kita akan undang nanti Citilink, Garuda, Lion, Batik, Sriwijaya untuk membahas sejumlah perbaikan penerbangan di Papua Barat ini,” papar BKS.
Selain itu, juga dibahas isu yang berkaitan dengan kontainer di Manokwari. BKS menyebut, hal ini akan dikoordinasikan dengan Pelindo. Begitu pula status Pelabuhan Arar, yang berlokasi di dekat Sorong. Pelabuhan yang belum selesai itu, akan dikoordinasikan dengan Pelindo, supaya bisa dikelola. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya