Dark/Light Mode

Jelang 2021, PT KCIC Terus Godok Sistem Operasional dan Perawatan Kereta Cepat

Senin, 30 September 2019 11:14 WIB
Menteri BUMN Rini M Soemarno (ketiga kanan), saat menyaksikan langsung proses instalasi girder casting yard 1, Cikarang Barat yang merupakan tempat produksi girder terbesar untuk Proyek KCJB, Senin (30/9). (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Rini M Soemarno (ketiga kanan), saat menyaksikan langsung proses instalasi girder casting yard 1, Cikarang Barat yang merupakan tempat produksi girder terbesar untuk Proyek KCJB, Senin (30/9). (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk mempersiapkan masa operasi pada tahun 2021, PT Kereta Cepat  Indonesia-China (KCIC) terus menggdok sistem operasional dan perawatan kereta cepat. Termasuk, manajemen sumber daya manusia, hingga pengembangan TOD dan bisnis non kereta. 

Dari sisi tenaga kerja,  PT KCIC selaku pemilik proyek saat ini sudah mulai melakukan perekrutan Sumber Daya Manusia (SDM), bekerja sama dengan instansi pendidikan yang berkaitan dengan bidang perkeretaapian.

Baca juga : Kembangkan Sistem, Taspen Gandeng GEPS Korea

SDM yang terpilih, akan mengikuti sejumlah program yang telah dipersiapkan oleh perusahaan. Pada saat operasional kereta cepat nanti, tidak kurang dari 1.500 personel profesional akan terlibat aktif di dalamnya.

Dalam upaya persiapan SDM, mulai dari penyerapan tenaga kerja profesional hingga penyusunan peraturan dan standar saat ini, terus dipersiapkan.

Baca juga : Mendagri: Sistem Pemerintahan dan Pelayanan Publik di Papua Tetap Jalan

PT KCIC juga menjalin kerja sama dengan instansi lain, untuk terlibat menjadi bagian dari sejarah. Mewujudkan pembangunan moda transportasi modern antar kota.

Hal itu diimplementasikan nyata oleh PT KCIC dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama (MoU) dengan MRT Jakarta, pada Selasa (10/9) lalu. 

Baca juga : Jelang Sidang Tahunan MPR 2019, MPR Terus Maksimalkan Persiapan

Sebagai pionir dalam dunia perkeretaapian modern, PT KCIC dan MRT Jakarta bersepakat untuk melakukan transfer knowledge, terkait dengan sistem operasional dan pemeliharaan sarana. Yang mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia, inovasi, hingga strategi pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dan bisnis non kereta lainnya.

"Kerja sama tersebut akan melahirkan sinergi yang baik, serta menjadi simbol komitmen perusahaan transportasi massal perkeretaapian Tanah Air. Dalam upaya mewujudkan sistem transportasi massal yang terintegrasi, untuk mendukung kemudahan mobilisasi masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta - Bandung di masa depan," tutur Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.